| dc.description.abstract | Kota Medan merupakan salah satu di antara 19 daerah di Propinsi Sumatera Utara. Di kota ini berbagai kegiatan dilakukan anggota masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan penduduknya yang berjumlah sekitar 2 juta jiwa, menyebabkannya menjadi salah satu kota terpadat di Indonesia. Pembangunan fisik maupun non fisik berlangsung dengan pesat. Akibatnya bisa menimbulkan alih fungsi lahan secara drastis dari lahan fungsional menjadi lahan industri atau untuk kepentingan lain yang bukan pertanian. Hal ini akan mengurangi kesempatan kerja bagi mereka yang selama ini hidup dari usaha tani budidaya. Untuk memenuhi kebutuhan pangan di kota Medan khususnya pada komoditi sayur-sayuran, didatangkan dari daerah lain di Wilayah Sumut. Tingkat konsumsi sayuran di Medan saat ini adalah 95.95 kg/kapita/tahun. Dengan demikian total kebutuhan daerah ini pada komoditas sayuran dalam satu tahun adalah sekitar 191 900 ton. Sedangkan produksi sayuran dari Kota Medan pada tahun 2000, dengan luas panenan sekitar 2 698 ha hanya berjumlah sekitar 19 041 ton dengan tingkat produktivitas adalah 7 06 ton/ha. Jumlah produksi ini masih jauh dari kebutuhan kota Medan. Oleh karena itu, usaha meningkatkan produksi sayuran dengan cara meningkatkan produktivitas dan intensitas pertanaman adalah realistis, karena potensi hasil sayuran masih diatas produktivitas yang diperoleh saat ini. Melihat perkembangan jumlah penduduk yang cenderung meningkat serta meningkatnya kesadaran masyarakat tentang gizi akan menyebabkan naiknya konsumsi sayuran. Jika tidak ada peningkatan produksi sayuran di kota Medan, menyebabkan tingkat ketergantungan kota ini pada penyediaan komoditi sayuran semakin tinggi. Dalam upaya meminimalisasi gap antara kebutuhan sayuran dan produksi yang dihasilkan. Dinas Pertanian kota Medan harus memiliki strategi dalam mengembangkan komoditas sayuran. Berangkat dari kondisi tersebut maka masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah: (1) apa jenis komoditas sayuran yang akan dikembangkan, (2) faktor-faktor apa yang mempengaruhi pengembangan agribisnis komoditas sayuran di kota Medan, dan (3) bagaimana strategi Dinas Pertanian kota Medan dalam mengembangkan agribisnis komoditas sayuran unggulan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menentukan jenis komoditas sayuran unggulan yang akan dikembangkan di kota Medan, (2) menganalisis faktor lingkungan internal dan eksternal sebagai dasar formulasi alternatif strategi pengembangan agribisnis komoditas sayuran di kota Medan, dan (3) menentukan prioritas strategi Dinas Pertanian dalam mengembangkan agribisnis komoditas sayuran unggulan di kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu dilakukan pengumpulan data untuk menjawab permasalahan yang ada dan dilakukan dalam bentuk studi kasus, sehingga kesimpulan yang diambil akan tetap terkait dengan ...dst. | |