Show simple item record

dc.contributor.advisorSanim, Bunasor
dc.contributor.advisorSaptono, Imam Teguh
dc.contributor.authorLaswanto, Catur
dc.date.accessioned2024-08-06T06:44:29Z
dc.date.available2024-08-06T06:44:29Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/156006
dc.description.abstractHubungan Internasional Antar Daerah (Municipal intermational Cooperation) atau yang lebih populer dengan istilah sister city, muncul pertama kali di Eropa Banat pada tahun 1940-an. Pada awalnya lingkup Hubungan Internasional Antar Daerah (HIAD) hanya terbatas pada aspek sosial budaya dan terutama diarahkan untuk menciptakan international understanding guna mendorong rekonsiliasi dan perdamaian pada era perang dingin. Dalam perkembangannya, lingkup HIAD tidak lagi terbatas pada aspek sosial budaya, namun mencakup aspek yang sangat luas dan multi dimensional. Kerjasama ekonomi dan perdagangan, pelatihan pegawai, asistensi teknis dan manajerial, serta bantuan pembangunan merupakan program program HIAD yarıg lazim dilaksanakan dewasa wasa ini disamping program-program lainnya. Pemerintah Propinsi DKI Jakarta yang mulai menjalin HIAD sajak Ishun 1973, senantiasa berupaya agar penyelenggaraan HLAD berjalan efektit dan efisien. Namun upaya tersebut ternyata tidak mudah dilaksanakan, mengingat kompleksitas kendala yang dihadapi. Salah satu kendala tersebut adalah keterbatasan wewenang daerah dalam menyelenggarakan hubungan luar negeri. Oleh karena itu, terbitnya UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang memberikan kewenangan luas kepada Daerah untuk melaksanakan hubungan luar negeri serta meningkatnya aktivitas Pemerintah Daerah dalam berbagai bentuk hubungan luar negeri pada skala global, merupakan peluang berharga yang perlu ditanggapi secara positif. Alas dasar pertimbangan tersebut, penulis tertarik untuk menyusun Tesis dengan judul Formulasi Strategi Hubungan Internasional Antar Daerah di Propinsi DKI Jakarta. Penelitian yang mengambil lokasi di lingkungan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, dikembangkan dengan menggunakan dua metode pendekatan, yaitu manajemen strategis dan proses hirani analitis. Pendekatan manajemen strategis ditujukan untuk mengevaluasi taktor intermal dan eksternal yang berpengaruh terhadap penyelenggaraan HIAD di Propinsi DKI Jakarta serta mengembangkan alternatif-sternaif strategi Sedangkan proses hirarki analtis diterapkan untuk mengevaluasi elemen elemen yang berpengaruh terhadap penyelenggaraan HEAD di Propinsi ...dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleFormulasi Strategi Hubungan Internasional Antar Daerah Di Propinsi Dki Jakartaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record