| dc.contributor.advisor | Maarif, M. Syamsul | |
| dc.contributor.advisor | Sri Hartoyo | |
| dc.contributor.author | Mekania, Brata Lesmana | |
| dc.date.accessioned | 2024-08-06T06:44:26Z | |
| dc.date.available | 2024-08-06T06:44:26Z | |
| dc.date.issued | 2002 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/156002 | |
| dc.description.abstract | Industri tekstil mulai berkembang dengan pesat di Indonesia sejak dikeluarkannya Undang-undang PMA dan PMDN pada tahun 1967 dan 1968. Membaiknya iklim usaha menjadikan industri baik serat sintetis maupun industri pertenunan dan pemintalan semakin meningkat. Pada akhir dasawarsa 1980-an dikeluarkan berbagai paket deregulasi guna meningkatkan ekspor non-migas namun kebijakan tersebut lebih berorientasi pada sasaran ekspor. Dampak dari kebijakan tersebut di atas adalah ekspor tekstil dan garmen melonjak terutama sejak tahun 1987, namun pada tahun 1993 dan 1994 terjadi penurunan. Kemudian pada tahun 1996 sedikit demi sedikit mengalami kenaikan lagi, akhirnya menurun lagi pada tahun 1997 hingga sekarang ini. Kunci sukses industri garmen dalam menembus pasar ekspor yaitu terletak pada produk yang bermutu tinggi, produktivitas yang tinggi, pengiriman barang tepat waktu dan harga yang bersaing. Untuk mendukung hal tersebut, suatu produk yang bermutu dan produktivitas yang tinggi, tidak cukup mengandalkan mutu bahan baku saja tetapi juga akurasi penjahitan, kecepatan produksi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu diperlukan perencanaan produksi produk garment yang terpadu. Berproduksi secara tepat waktu dan tepat jumlah merupakan tujuan yang harus dicapai oleh PT PEB terutama pada bagian cutting dan embroidery. Oleh karena itu diperlukan suatu perencanaan kebutuhan kapasitas (Capacity Requirements Planning CRP) yang baik dan tepat sehingga dapat dijadikan panduan dalam proses pengambilan keputusan manajemen. PT PEB dalam melakukan proses produksinya dihadapkan pada kendala-kendala antara lain: Waktu pelaksanaan operasi (run time) yang tidak memiliki standar yang baku dan kapasitas produksi pada bagian cutting dan embroidery yang belum tepat perencanaannya sehingga penjadwalan pada kedua pusat kerja (work station = WS/WC) tidak tepat mengikut jadwal bagian produksi (sewing). Selanjutnya dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas maka rumusan permasalahan yang dianalisa yaitu bagaimana faktor-faktor produksi mempengaruhi perhitungan perencanaan kebutuhan kapasitas (CRP) dan bagaimana membuat laporan perencanaan kebutuhan kapasitas (CRP) pada sentra kerja cutting dan bordir sesuai dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi variabel-variabel yang berpengaruh terhadap pengukuran perencanaan kebutuhan kapasitas pada bagian cutting dan embroidery/printing, menentukan rencana kebutuhan kapasitas pada sentra kerja cutting dan embroidery/printing bagi PT PEB yang disesuaikan dengan order yang diterima dan memberikan rekomendasi perencanaan kebutuhan kapasitas berupa laporan CRP pada bagian cutting dan embroidery/printing untuk order yang diterima perusahaan...dst. | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Manajemen Produksi Dan Operasi | id |
| dc.title | Perencanaan Kebutuhan Kapasitas (Crp) Produk Garmen Pada Pt. Pancaprima Ekabrothers Tangerang | id |
| dc.subject.keyword | Produk Garmen | |
| dc.subject.keyword | Celana Panjang Olah raga (Pants) dan Celana Pendek Olah raga (short) | |
| dc.subject.keyword | PT. PancaPrima EkaBrothers | |
| dc.subject.keyword | Manajemen Produksi dan Operasi | |
| dc.subject.keyword | Perencanaan Kebutuhan Kapasitas (CRP) | |
| dc.subject.keyword | Time Study | |
| dc.subject.keyword | Pengukuran Produktivitas | |
| dc.subject.keyword | Utilisasi | |
| dc.subject.keyword | Effisiensi | |
| dc.subject.keyword | Kapasitas terpasang | |