Show simple item record

dc.contributor.advisorKirbrandoko
dc.contributor.advisorRatnawati, Anny
dc.contributor.authorPutra, Yudi Perdana
dc.date.accessioned2024-08-06T06:44:02Z
dc.date.available2024-08-06T06:44:02Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/155979
dc.description.abstractSejak dahulu susu dikenal sebagai bahan pangan yang paling sempurna karena nilai gizi yang lengkap dan sifatnya yang mudah dicerna. Kelemahan susu adalah mudah rusak dan tidak tahan lama disimpan. Untuk menyiasati hal tersebut, maka diperlukan pengolahan lebih lanjut menjadi berbagai macam produk turunan seperti yoghurt. Perkembangan industri pengolahan susu menjadi yoguhurt di Indonesia mulai berkembang sejak tahun 1997. Tercatat pada saat itu secara nasional total produksi yoghurt sebanyak 222.000 ton dan meningkat menjadi 536.428 ton pada tahun 2000 (BPS). Meskipun termasuk sebagai produk baru di pasar Consumer goods Indonesia, tetapi upaya untuk memperebutkan pasar menunjukkan adanya persaingan yang ketat. Meningkatnya taraf hidup dan pendapatan masyarakat serta perubahan pola hidup ke arah kebiasaaan untuk hidup sehat merupakan salah satu pendorong berkembangnya industri pengolahan susu menjadi yohgurt. Fenomena itu juga ditunjang oleh pertambahan jumlah penduduk yang pesat terutama di kota besar seperti DKI Jakarta dan berkembangnya tingkat pendidikan juga ketersediaan bahan baku. DKI Jakarta merupakan daerah pemasaran produk yoghurt yang cukup potensial karena peningkatan jumlah penduduk yang pesat dan karakteristik penduduknya yang konsumtif. Produk yoghurt yang beredar di pasar umumnya memiliki karakteristik yang serupa antara merek yang satu dengan yang lain, sehingga konsumen cenderung untuk membeli produk yang mereknya lebih dulu populer. Hal tersebut menjadi pemicu tingkat loyalitas yang kuat akan suatu merek. Potensi pasar yang cukup besar merupakan tantangan bagi produsen dan pemasar produk yoghut untuk menyusun suatu strategi pemasaran yang tepat dan efektif. Salah satunya adalah dengan menitikberatkan pada perilaku dan preferensi konsumen terhadap keinginannya atas produk yoghurt serta faktor-faktor yang mempengaruhi mereka dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh informasi tentang produk yoghurt yang sesungguhnya diharapkan konsumen dan menjadi dasar untuk menetapkan strategi bauran pemasaran. Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku dan preferensi konsumen yoghurt dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses pengambilan keputusan pembelian yoghurt, untuk kemudian merumuskan strategi bauran pemasaran. Penelitian ini dilakukan di wilayah pemasaran DKI Jakarta dari bulan Juni sampai Oktober tahun 2001. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui untuk analisis bauran pemasaran, dan metode survei untuk analisis perilaku konsumen terhadap beberapa merek produk minuman kesehatan yoghurt. Prosedur pengambilan sample dan penentuan responden menggunakan metode probability sampling secara acak (random) di tempat yang telah ditentukan. Jumlah responden yang dipilih adalah 100 orang yang tersebar di...dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Pemasaranid
dc.titleAnalisis Perilaku Pembelian Minuman Kesehatan Yoghurt dan Implikasinya Pada Strategi Bauran Pemasaran : Studi Kasus Konsumen Di Dki Jakartaid
dc.subject.keywordAnalisis Perilaku dan Preferensi Konsumen Minuman Kesehatan Yoghurt
dc.subject.keywordAnalisis Biplot
dc.subject.keywordAnalisis Citra
dc.subject.keywordStrategi Bauran Pemasaran
dc.subject.keywordKonsumen DKI Jakarta


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record