Show simple item record

dc.contributor.advisorGumbira-Said, E
dc.contributor.advisorHarianto
dc.contributor.authorMarpaung, Lolita Theresia
dc.date.accessioned2024-08-06T06:43:58Z
dc.date.available2024-08-06T06:43:58Z
dc.date.issued2001
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/155974
dc.description.abstractmoditi perkebunan merupakan salah satu komoditi ekspor non migas yang utama dari sektor pertanian, setelah menurunnya peranan tekstil dan produk tekstil (TPT), kayu Japis dan hasil pertanian. Catatan lndocommercial (1998), menunjukkan dalam lima tahun terakhir volume ekspor hasil perkebunan Indonesia secara keseluruhan meningkat dengan laju sebesar 4,6% per tahun, sedangkan nilai eKspornya rata-rata meningkat sebesar 11,3% setiap tahunnya. Dengan laju sebesar 4,6% per tahun, maka ekspor perkebunan yang· pada tahun 1993 tercatat sebesar 5.620,9 ribu ton dengan nilai US$ 3.318,4 juta, sampai akhir tahun 1997 volume ekspornya telah meningkat mencapai 6.733,6 ribu ton senilai US$ 5.095,7 juta. Sebagai BUMN, PTPN V (Persero} tidak terlepas dari kebijakan umum nasional tentang perkebunan yakni 1) memikul tugas ekonomi nasional berupa peningkatan produksi di bidang perkebunan secara efisien, 2) mengemban tugas pemerataan pembangunan nasional, 3) secara tidak langsung memikul tugas peningkatan pendapatan masyarakat petani pekebun, dan 4) merupakan alat ekonomi negara dan pemerintah. Di sisi lain PTPN V (Persero) juga berhadapan dengan lingkungan persaingan bisnis yang menuntut setiap organisasi untuk semakin efisien, serta mampu mengalokasikan sumber daya seoptimal mungkin. Dengan ketiga jenis unit usaha yang dikelola, PTPN V (Persero) dituntut untuk selalu melakukan analisa terhadap keputusan portofolionya. Dengan keputusan portofolio yang tepat, yang dicirikan dari alokasi sumberdaya yang efektif dan efisien, diharapkan PTPN V (Persero) mampu mempertahankan keberadaanya tanpa meninggalkan tugas yang terkait dengan kebijakan umum nasional perkebunan. Keberadaan PTPN V (Persero) yang mengelola unit usaha kelapa sawit, karet dan kakao sangat ditentukan oleh pengalokasian sumberdaya pada ketiga unit usaha tersebut. Berdasarkan hal tersebut kegiatan geladikarya ini difokuskan pada perumusan masalah sebagai berikut : 1) Bagaimanakah alokasi sumberdaya PTPN V (Persero) terhadap masing-masing unit usaha yang dikelola ? 2) Bagaimana posisi masing-masing unit usaha PTPN V (Persero) dalam matriks portofolio? 3) Bagaimanakah alternatif strategi bagi masing­masing unit usaha yang dikelola oleh PTPN V (Persero)? Tujuan geladikarya ini adalah mengkaji masing-masing unit usaha PTPN V (Persero> dalam analisis portofolio unit usaha, sehingga dapat dibuat suatu formulasi strategi yang tepat untuk masing-masing unit usaha. Secara rinci geladikarya ini bertujuan sebagai berikut : 1) Mengkaji alokasi sumberdaya yang telah dilakukan PTPN V (Persero} pada ketig.a jenis unit usaha yang dikelola. 2) Mengkaji posisi unit��unit usaha PTPN V (Persero)- yaitu kelapa sawit, karet dan kakao dalam matriks portofolio melalui pengamatan internal dan eksternal perusahaan. 3) Memberikan alternatif strategi bagi PTPN V (Perseror sesuai dengan posisi masing-masing unit usaha dalam matriks portofolio. Dalam Geladikarya ini dilakukan dengan metode deskriptif melalui studi kasus. Pembahasan dilakukan untuk mengkaji posisi masing-masing unit usaha PTPN V dalam matriks portofolio. Data primer akan dikumpulkan melalui penyebaran kuisioner, wawancara, dan observasi langsung di lapangn, ...dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleAnalisis Strategi Portofolio Usaha Pt. Perkebunan Nusantara (Persero)id
dc.subject.keywordKelapa Sawit, Karet
dc.subject.keywordKakao
dc.subject.keywordPTPN V (Persero)
dc.subject.keywordManajemen Strategi
dc.subject.keywordPortofolio Unit Usaha
dc.subject.keywordGeneral Electric


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record