Show simple item record

dc.contributor.advisorSyah, Hamdani M
dc.contributor.advisorSanim, Bunasor
dc.contributor.authorRaharjo, Donny Setyo
dc.date.accessioned2024-08-06T06:43:35Z
dc.date.available2024-08-06T06:43:35Z
dc.date.issued2001
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/155946
dc.description.abstractUsaha perbanyakan tanaman dengan menggunakan kultur jaringan merupakan usaha perbanyakan vegetatif tanaman yang dapat dikatakan masih baru. Kegunaan utama dari kultur jaringan adalah untuk mendapatkan tanaman baru dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat, yang· memiliki sifat fisiologi dan morfologi sama persis dengan tanaman induknya. Dari teknik kultur jaringan ini diharapkan akan diperoleh tanaman baru yang bersifat unggul. Perbanyakan tanaman secara besar-besaran sudah dibuktikan keberhasilannya pada perkebunan kelapa sawit dan tebu. Dengan cara kultur jaringan dapat dihasilkan klon suatu komoditas tanaman dalam waktu yang relatif cepat. PT Dafa Teknoagro Mandiri (PT DTM) merupakan salah satu perusahaan penghasil kultur jaringan yang dilakukan secara komersial. Sebagai perusahaan yang bergerak di dalam sistem agribisnis, terutama subsektor hulu, yaitu sarana produksi·, PT DTM harus mampu untuk menyediakan bibit unggul dari tanaman yang berkualitas unggul. Penetapan harga pokok produksi dengan menggunakan pendekatan activity-based costing dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dalam mengelola sumberdaya-sumberdaya maupun aktivitas-aktivitas yang berbeda­beda dalam tiap-tiap produknya. Prociuk yang dihasilkan oleh PT DTM terdiri dari berbagai jenis bibit tanaman yang berbeda, fase pertumbuhan yang berbeda, sehingga berdampak pada harga jual, keuntungan dan volume permintaan pasar terhadap masing­masing produk. PT DTM sebagai perusahaan yang berorientasi kepada komersialisasi teknik kultur jaringan, membutuhkan penentuan harga pokok produksi yang tepat agar mampu untuk tetap bersaing dan memperoleh laba. PT DTM selama ini memiliki permasalahan dalam menentukan harga pokok produksi dengan lebih akurat dan lebih tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum aktivitas proses produksi PT DTM sebagai dasar perhitungan harga pokok dengan menggunakan metode activity based costing dan meninjau penetapan harga pokok produksi yang dilakukan oleh perusahaan dan menghitung harga pokok produksi dengan menggunakan metode activity-based costing serta membandingkannya dengan penentuan harga pokok yang dilakukan oleh perusahaan. Selain itu diharapkan berguna sebagai bahan masukan manajemen perusahaan, membantu perusahaan menyediakan informasi untuk menunjang upaya efisiensi produksi dan meningkatkan kemampuan dalam persaingan. Ruang lingkup penelitian dalam merencanakan proses produksi di PT DTM dibatasi pada kelompok tanaman anggrek, jati, kentang dan pisang. Kelompok tanaman ini merupakan produk utama perusahaan yang dianggap mampu menghasilkan keuntungan optimal. Pembibitan tanaman . anggrek dan kentang diperbanyak untuk dijual sampai pada tingkat planlet. Sedangkan jati dan pisang dijual sudah dalam bentuk bibit yang siap untuk ditanam. Analisis yang akan dilakukan dibatasi pada penentuan harga pokok, baik dengan menggunakan metode activity-based costing dan membandingkannya dengan metode yang selama ini digunakan oleh perusahaan, memberikan analisis ....dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Penetapan Harga Pokok Produksi Benih Dengan Metode Kultur Jaringan Menggunakan Aktivity Based Costing Pada Pt. Dafa Teknoagro Mandiriid
dc.subject.keywordharga pokok produksi
dc.subject.keywordkultur jaringan
dc.subject.keywordactivity-based costing, plantlet
dc.subject.keywordDafa Teknoagro Mandiri
dc.subject.keywordaktivitas


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record