| dc.description.abstract | PT. Dafa Teknoagro Mandiri merupakan perusahaan baru yang bergerak dibidang perbanyakan tanaman dengan sistem kultur jaringan. Didalam pelaksanaan produksi dan operasi kesehariannya dibutuhkan suatu perencanaan teknis berproduksi dan optimalisasi usaha untuk mencapai keuntungan sesuai dengan yang diinginkan pihak perusahaan. Permasalahan yang dihadapi adalah penentuan perencanaan produksi dan komposisi produk dalam mencapai target keuntungan dan pemenuhan permintaan pasar sesuai dengan kapasitas sumber daya yang tersedia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan optimalisasi produksi serta menganalisis kombinasi produksi dari berbagai jenis bibit tanaman yang dibuat dengan sistem kultur jaringan sesuai dengan permintaan pasar, sehingga dapat memberikan alternatif perbaikan bagi jalannya proses produksi dan perusahaan mampu mencapai keuntungan optimal.
Metode yang digunakan dalam penelitian 1rn adalah dengan menggunakan metode deskriptif studi kasus dibantu dengan berbagai ala! analisis antara lain untuk peramalan untuk tahun produksi 2002 dengan mempergunakan QSB (Quantitative System for Business) dan optimalisasi permodelan goal programming dengan QM (Quantitative Method').
Darl hasil peramalan, dengan melihat nilai MSE yang terkecil, maka untuk produk pisang tanduk, mempergunakan metode single exponential smoothing dengan nilai MSE sebesar 2481505. Perkiraan nilai penjualan pada tahun 2002 hasil dari peramalan sebesar 7944 bibit. Untuk peramalan kentang .granola mempergunakan metode Double Exponential Smoothing dengan nilai terkecil dari MSE sebesar 68800000. Dari hasil peramalan tersebut didapatkan nilai perkiraan penjualan pada tahun 2002 sebesar 75.600 plant/et untuk kentang Granola.
Jumlah permintaan untuk jati kencana sebesar 120.000 bibit, Pha/aenopsis sebesar 120.000 plant/et, Dendrobium sebesar 20.000 plant/et, dan Krisan sebesar 120.000, dijudgment berdasarkan keputusan pihak manajemen dengan melihat order atau pesanan yang diterima mulai tahun 2001 sampai tahun 2002. Pesanan yang diterima tersebut diperkirakan jumlahnya dan disesuaikan dengan kemampuan kerja dari sumberdaya perusahaan (mesin dan tenaga kerja) yang ada.
Berdasarkan formulasi goal programming untuk melihat optimalisasi produksi sesuai dengan sumberdaya yang ada di perusahaan sebagai permodelan pertama, Nilai keuntungan optimal dihasilkan sebesar Rp.
1.139.716.720,00. Nilai tersebut dihasilkan dari produksi bibit jati kencana sebanyak 169.550 bibit dengan keuntungan Rp. 1.102.072.400,00, Kentang Granola 75.600 plant/et dengan jumlah keuntungan Rp. 26.838.000,00, Krisan sebanyak 7063 bibil dengan keuntungan Rp. 7.062.293,00 dan plant/et anggrek Phalaenopsis sebanyak 2.496 sebesar dengan keuntungan Rp. 3.744.000,00.
Pada ala! pemanas, ruang stock, Ruang Pendingin dan Rumah Kaea, terjadi idle capacity karena mesin menganggur atau tidak melakukan kerja. Pemanas mengalami idle capacity sebesar 118.290,6 menit, rnang stock ...dst. | |