| dc.description.abstract | Beralihnya perdagangan internasional dari rezim protektif kepada perdagangan bebas AFT A 2003 sesuai dengan perjanjian perdagangan WTO yang ditandatangani tanggal 1 Januari 1995, berdampak langsung pada produk-produk agribisnis terutama daging segar dan daging beku. Dampak · jangka pendek produksi daging negara importir menurun, konsumsi daging meningkat terutama negara Asia Timur. produk daging dalam negeri kalah bersaing. Peningkatan konsumsi daging terjadi di Indonesia kareoa tingkat konsumsi rata-rata Indonesia masih jauh dibawah tingkat konsumsi daging dunia.
Untuk komoditi daging, OKI Jakarta mempunyai posisi pasar yang strategis dengan pertumbuhan penduduk DKI Jakarta sebesar 1,31 % per tahun diperkirakan pada tahun 2003 kebutuhan daging sapi dan kerbau adalah sebesar 67 .832 ton per tahun dan 70 % dari kebutuhan tersebut dipasok oleh PD. Dharma Jaya, dengan tidak menutup kemungkinan adanya pasokan daging ilegal terutama menjelang hari besar agama.
Penyediaan daging lokal yang berkualitas sesuai dengan tuntutan konsumen, dan meningkatkan daya saing daging lokal merupakan tanggung jawab Dinas Peternakan DKI Jakarta, Ramah Potong Hewan dan perusahaan importir daging. Dalam upaya memperbaiki kualitas daging segar dan memenengkan persaingan PD. Dharma Jaya hams memiliki strategi bisnis dalam mengelola perusahaan sesuai kondisi Iingkungan internal dan eksteml yang selalu berubah.
Berangkat dari kondisi tersebut maka masalah yang dirumuskan dalam · gladikarya ini adalah: (I) Strategi apa yang telah diterapkan oleh PD Dharma Jaya saat ini dan faktor apa yang jadi penentu dalam merumuskan strategi. (2) Bagaimana Perusahaan mengelola jasa pemotongan sapi. (3) Strategi pengelolaan yang bagaimana yang paling cocok untuk diterapkan di RPH PD.Dharma Jaya sesuai dengan kondisi bisnis saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah : (I) Mengidentifikasi dan menganalisa faktor•faktor yang mempengaruhi strategi pengelolaan RPH PD Dharma Jaya saat ini (menggunakan analisis Intemal-Ekstemal dan matriks SWOT). (2) Memberikan saran-saran perbaikan manajemen pengelolaan RPH,(3 )Merekomendasikan prioritas strategi yang tepat untuk diterapkan perusahaan dari basil analisis matriks SWOT.
Metodologi yang digunakan adalah studi kasus dan analisis diskriptif dengan mengumpulkan data untuk menjawab pennasalahan yang ada. Analisis lingkungan internal dan lingkungan ekstemal perusahaan menggunakan matriks IFE, matriks EFE dan matriks I-E untuk menentukan posisi perusahaan, dilanjutkan dengan analisis menggunakan matriks SWOT untuk mendapatkan alternatif strategi yang sesuai dengan kondisi perusahaan.
Berdasarkan hasil analisis Internal•Eksternal perusahaan dengan menggunakan matriks 1-E, diketahui bahwa perusahaan berada pada kwadran V yaitu posisi stabilitas dan pertumbuhan (Stability and growth) dengan skor faktor kekuatan 1.53 dan skor faktor kelemal1an 0.82. Sedangkan untuk faktor peluang ....dst. | |