| dc.description.abstract | Sejak tahun 1999, manajemen Lembaga Bahasa-LIA (LB-LIA) mencanangkan visi dan misi untuk ikut serta dalam program pemerintah yaitu mencerdaskan bangsa lewat program-program pelatihan atau kursus yang ada. Pada tahun 2005 diharapkan target jumlah siswa sebesar 200.000 siswa per tiga bulan atau 800.000 siswa setahun terpenuhi lewat cabang dan afiliasi. LB-LIA memberikan prioritas tinggi bagi pengembangan Sistem lnformasi Siswa Terpadu yang digunakan untuk mengelola kegiatan-kegiatan pelayanan administrasi dan pengajaran kursus bahasa.
Sekarang sistem informasi berbasis komputer sudah menjadi kebutuhan panting bagi industri jasa. Dengan makin besarnya organisasi (hirarki organisasi) karena bertambahnya jumlah cabang atau afiliasi, jumlah siswa dan produk jasanya (program kursus), serta periode waktu kursus yang makin pendek, kebutuhan akan informasi yang cepat, akurat dan terkini menjadi masalah yang cukup besar.
Penelitian difokuskan pada sistem informasi siswa di cabang atau afiliasi LB-LIA yang sudah menggunakan sistem komputerisasi (1 O cabang : Pengadegan, Pramuka, Slipi, Kota, Kelapa Gading, Bekasi, Pasar Minggu, Bogar, Bandung, Yogya; dan 4 afiliasi : Ciputat, Univ. Mercu Buana, Batu Tulis, Semarang Candi). Tujuan penelitian ini adalah: 1) Melakukan penyelidikan sistem terhadap sistem informasi yang sedang digunakan; 2) Melakukan analisis kebutuhan sistem yang diperlukan pihak manajemen, operasional dan kosumen; 3) Membuat rancang bangun konseptual dan prototipe sistem informasi siswa sesuai dengan analisis kebutuhan sistem.
Konsep pengembangan Sistem lnformasi Siswa Terpadu menggunakan pendekatan Rapid Aplication Development (RAD). RAD merupakan gabungan metodologi System Development Life Cycle (SDLC) dan prototyping. Konsep ini dapat memberikan. has ii cepat tan pa mengorbankan sisi kualitasnya. Unsur-unsur penting RAD yaitu : 1) Manajemen, 2) Manusia, 3) Metodologi dan 4) Peralatan. Rancang bangun Sistem lnformasi Siswa Terpadu dilakukan melalui tahapantahapan yang dikerjakan dengan cepat. Tahapan-tahapan tersebut meliputi : 1) Penyelidikan sistem, 2) Analisis sistem, 3) Rancang bangun sistem, 4) lmplementasi sistem, dan 5) Pemeliharaan sistem. Sedang prototyping digunakan untuk membuat maket mini dari sistem yang akan dibuat. ...dst. | |