| dc.description.abstract | Konsumsi masyarakat akan susu dan produk turunannya meningkat sejalan dengan naiknya tingkat pendapatan per kapita masyarakat dan meningkatnya kesadaran mengenai pentingnya makanan yang sehat bagi l<eluarga. Penelitian yang telah dilakukan menyebutkan bahwa ternyata susu merupakan komoditas yang mempunyai elastisitas pendapatan yang tinggi, sehingga produk ini sebagian besar dikonsumsi oleh masyarakat berpendapatan tinggi (Nastiti, 1998). PT Fajar Taurus Indonesia merupakan salah satu produsen susu dan produk turunannya skala menengah (BC!, 1996), yang saat ini juga melihat peluang ini sebagai alasan untuk meningkatkan produksi dan penjualan produk yoghurtnya. Alasan lain yang juga mendorong perusahaan ini
ntuk mengambil keputusan tersebut adalah menangkap peluang l:)erkembangnya pasar bagi yoghurt karena banyak retail-retail asing yang membangun bisnisnya di Jakarta (misalnya Carrefour).
Dari uraian'·tersebut diatas dibuat rumusan masalah dari geladikarya ini yakni, bahwa dalam menghadapi pasar yoghurt yang sedang berkembang ini, PT. Fajar Taurus Indonesia memerlukan banyak informasi yang akan dimanfaatkan untuk menyusun strategi produksi dan pemasaran produknya. Salah satu informasi yang panting tersebut adalah perilaku konsumen yoghurt. Berdasarkan hal tersebut, maka geladikarya ini meneliti bagaimana karakteristik konsumen yoghurt, bagaimana sikap, persepsi dan motivasi konsumen yoghurt mempengaruhi perilaku pembelian produk yoghurt dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian produk yoghurt. Tujuan dari geladikarya ini adalah: (1) mengidentifikasi karakteristik konsumen yoghurt, (2) menganalisis perilaku konsumen yoghurt, (3) menganalisis faktor-Jaktor yang mempengaruhi perilaku pembelian yoghurt, dan (4) memberikan rekomendasi kepada PT. FTI implikasi pengetahuan mengenai perilaku konsumen yang diperoleh terhadap bauran pemasaran.
Untuk mengetahui tanggapan responden maka disebarkan kuesioner sebanyak 200 eksemplar kepada orang-orang yang ditemui di UK!, organisasi sosial dan beberapa rumah tangga. Asumsinya adalah bahwa di tempat-tempat tersebut di atas terdapat peluang terambilnya responden yang mengkonsumsi yoghurt. Setelah diedit kuesioner yang benar dikerjakan sebanyak 92 kuesioner. Data dari 92 responden hasil pengeditan, ditabulasi dan kemudian diinterpretasi. Metode analisis pertama yang dipakai adalah tabulasi deskriptif. Metode analisis kedua yang digunakan adalah menyajikan data dalam tabulasi silang. Metode analisis lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis sikap dan preferensi konsumen terhadap produk dengan menggunakan model angka-ideal. Dari hasil analisis ini akan diperoleh peringkat dari atribut-atribut yang dianggap konsumen paling panting diharapkan terdapat dalam produk.
Dalam mengisi waktu libur atau waktu senggangnya, 90 orang responden sebagian besar menjawab sebagai berikut : 30.3% responden memilih mengisi waktu luangnya dengan menonton TV, 23.5% memilih untuk membaca buku/majalah, 19.7% menjawab mengisi waktu luangnya dengan berjalan-jalan ke ma! atau supermarket, 15.2% responden memilih pergi berekreasi. Tabloid...dst. | |