Show simple item record

dc.contributor.advisorGumbira, Said, E
dc.contributor.advisorWahyudi
dc.contributor.authorIbrahim, Rahmah Hayati Samik
dc.date.accessioned2024-08-06T06:43:01Z
dc.date.available2024-08-06T06:43:01Z
dc.date.issued2001
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/155920
dc.description.abstractIndonesia merupakan negara kepulauan dan maritim yang memiliki lebih dari 17.508 pulau dan garis pantai sepanjang 81.000 km. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Tetapi lebih dari itu Indonesia menyimpan kekayaan sumber daya alam laut yang besar dan belum di manfaatkan secara optimal. Guna mendukung peningkatan produksi di bidang penangkapan maka sejak Pelita II sampai akhir tahun 2000, pemerintah telah membangun/ merehabilitasi 33 buah pelabuhan perikanan (PP) dan 561 buah Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang dibiayai dari dana APBN, APBD dan bantuan luar negeri. Pembangunan pelabuhan Perikanan dan Pangkalan Ikan (PPI) di berbagai wilayah perikanan sebagai prasarana pendukung eksploitasi sumberdaya ikan secara rasional, mendukung program pengembangan motorisasi dan modernisasi penangkapan secara bertahap, perluasan sistem pemasaran ikan rantai dingin, serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan yang memanfaatkan pelayanan pelabuhan. Penyebaran pembangunan pelabuhan Perikanan dan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) dilakukan di berbagai wilayah perikanan, yang berkaitan dengan upaya pemanfaatan sumberdaya ikan di ZEEI dan Laut Dalam. Pelabuhan Ratu semula merupakan tempat pendaratan ikan tradisional bagi kapal berukuran lebih kecil atau sama dengan 10 GT. Prasarana yang tidak tersedia saat itu menyebabkan kapal harus mendarat di pasir dan ikan di bawa dengan keranjang kedalam Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Pada tahun 1984, Direktorat Jenderal Perikanan mendapat bantuan Asian Development Bank (ADB) untuk pembuatan Feasibility Study di Pelabuhan Ratu. Pemilihan lokasi didasarkan pertimbangan bahwa Pelabuhan Ratu merupakan pusat perikanan sejak jaman Belanda, dekat dengan daerah penangkapan, letak geografis Pelabuhan Ratu yang berada di Teluk Pelabuhan Ratu dan mudahnya akses daerah pemasaran (Bandung dan Jakarta). Pelabuhan Ratu kemudian ditetapkan sebagai Pelabuhan Perikanan Nustantara (PPN) dengan kriteria melayani kapal berukuran 15 60 GT, dapat menampung sekaligus 75 buah kapal, melayani kapal yang beroperasi di perairan ZEEI dan Internasional dan jumlah ikan yang didaratkan 40 50 ton/hari atau 8.000 15.000 ton/tahun. Peranan PPN Pelabuhan Ratu adalah memberikan pelayanan langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat perikanan, dalam upaya peningkatan produksi, pemasaran, pengolahan ikan dan distribusi baik lokal maupun sampai ke Luar Negeri. ...dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.titleStrategi Peningkatan Kinerja Pelabuhan Perikanan Nusantara Pelabuhan Ratu Sukabumi, Jawa Baratid
dc.subject.keywordKinerja
dc.subject.keywordPelabuhan Perikanan
dc.subject.keywordPelabuhan Perikanan Nusantara Pelabuhan Ratu
dc.subject.keywordManajemen Strategi
dc.subject.keywordAnalisis SWOT dan Analisis PHA.


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record