| dc.contributor.advisor | Maarif, M Syamsul | |
| dc.contributor.advisor | Wahyudi | |
| dc.contributor.author | Manalu, K | |
| dc.date.accessioned | 2024-08-06T06:42:39Z | |
| dc.date.available | 2024-08-06T06:42:39Z | |
| dc.date.issued | 2001 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/155901 | |
| dc.description.abstract | Sumberdaya manusia memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dan strategis dalam organisasi atau perusahaan, baik swasta maupun publik (pemerintahan). Hal ini karena sumberdaya manusia merupakan aset produksi yang memiliki kepribadian aktif, yakni membutuhkan perlakuan yang wajar dan adil, misalnya menyangkut kebutuhan dasar, pengembangan diri dan emosional, serta pengembangan karir (karakteristik unik). Oleh karena itu, diperlukan perhatian dan upaya khusus terhadap peningkatan potensi sumberdaya manusia yang dimiliki oleh suatu organisasi yang dapat mengakomodasi seluruh permasalahan yang melingkupinya. Peningkatan potensi sumberdaya manusia dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah melalui perencanaan dan pengembangan pola karir. Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam perencanaan dan pengembangan pola karir tersebut antara lain meliputi keahlian dan keterampilan yang dimiliki oleh pegawai, serta jenis dan siklus pekerjaan yang dihadapi oleh pegawai dalam organisasi. Perencanaan dan pengembangan pola karir merupakan proses dalam merancang dan mempersiapkan pengembangan karir seseorang berdasarkan sumber informasi yang ada, kemampuan dan bakat yang dimiliki, dan rancangan kegiatan serta strategi untuk merebut peluang dalam mencapai sasaran karir. Bagi organisasi Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Propinsi DKI Jakarta, permasalahan yang berkaitan dengan perencanaan dan pengembangan pola karir pegawai merupakan salah satu permasalahan serius yang perlu dikaji secara komprehensif. Hal ini terkait erat dengan kekhawatiran akan motivasi pegawai untuk bekerja secara lebih baik melalui promosi, rotasi, mutasi, pelatihan, dan perolehan posisi serta penghasilan yang lebih baik. Kekhawatiran tersebut sangat beralasan untuk dicermati dan dijadikan sebagai argumen logis akan pentingnya dilakukan upaya pengembangan kualitas pegawai di lingkungan Dipenda Propinsi DKI Jakarta secara khusus, dan di lingkungan Pemerintahan Propinsi DKI Jakarta secara umum. Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang diidentifikasi, maka penelitian ini berusaha menjawabnya melalui pencapaian beberapa tujuan, yaitu memberi gambaran mengenai kondisi perencanaan dan pengembangan karir pegawai di lingkungan Dipenda Propinsi DKI Jakarta, mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perencanaan dan pengembangan karir pegawai Dipenda Propinsi DKI Jakarta, dan menyusun rekomendasi serta upaya-upaya yang berkaitan dengan perbaikan sistem perencanaan dan pengembangan karir pegawai di lingkungan Dipenda Propinsi DKI Jakarta. Adapun ruang lingkup penelitian ini difokuskan pada pegawai...dst. | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Manajemen Sumber Daya Manusia | id |
| dc.title | Kajian Perencanaan dan Pengembanganpola Karir Pegawai Di Lingkungan Dinas Pendapatan Propinsi Dki Jakarta : K Manalu | id |
| dc.subject.keyword | Sumberdaya Manusia (Pegawai) | |
| dc.subject.keyword | Dinas Pendapatan Daerah Propinsi DKI Jakarta | |
| dc.subject.keyword | Pemungutan dan Koordinasi Pemungutan Pendapatan Daerah | |
| dc.subject.keyword | Perencanaan dan Pengembangan Pola Karir, Metode Deskriptif | |
| dc.subject.keyword | Teknik Analisis Uji Tanda dan Teknik Analisis Uji Korelasi Rank Spearman | |
| dc.subject.keyword | Data Primer dan Data Sekunder | |
| dc.subject.keyword | Kondisi dan Korelasi Antar Faktor | |