Show simple item record

dc.contributor.advisorMaarif, M Syamsul
dc.contributor.advisorDjohar, Setiadi
dc.contributor.authorKundrandt, Kun
dc.date.accessioned2024-08-06T06:42:13Z
dc.date.available2024-08-06T06:42:13Z
dc.date.issued2001
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/155874
dc.description.abstractTrying to connect… Pra Migrasi Repository 2001_2003 100% O55 Batam adalah kotamadya kedua di Propinsi Riau setelah Kotamadya Pekanbaru yang bersifat otonom. Tetapi, dengan Keppres No.28/1992 wilayah Otorita Batam diperluas meliputi Pulau Batam, Rempang, dan Galang (Barelang) sehingga luasnya melebar dari luasan daratan 612 km² atau sekitar 67% dari wilayah Singapura menjadi 715 km² atau sekitar 115%. Secara geografis, Batam merupakan kawasan yang sangat strategis. Namun demikian, agar mampu bersaing dengan kawasan lain selain keunggulan lokasinya, Batam perlu mengembangkan keunggulan- keunggulan lainnya. Apalagi pembangunan Batam yang diarahkan pada daerah otonomi bersama pulau Rempang dan Galang menjadi propinsi atau Kabupaten/Kotamadya yang berdiri sendiri pemerintahannya, sebagaimana yang telah dirakit oleh pemerintah pusat dalam strategi pembangunan wilayah bagi daerah-daerah otonom dalam berlakunya UU No. 22/1999 tentang pemerintahan daerah dan UU No. 25/1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Berdasarkan analisa kebutuhan daerah, Industri yang paling unggul di Pulau Batam adalah industri pengolahan, sedangkan sebagian besar bahan inputnya berasal dari luar Pulau Batam. Hal ini sebetulnya memberikan peluang bagi sektor pertanian daerah disekitar Pulau Batam ataupun nasional untuk ikut berkembang dengan kemajuan teknologi yang ada di Pulau Batam. dst... Batam adalah kotamadya kedua di Propinsi Riau setelah Kotamadya Pekanbaru yang bersifat otonom. Tetapi, dengan Keppres No.28/1992 wilayah Otorita Batam diperluas meliputi Pulau Batam, Rempang, dan Galang (Barelang) sehingga luasnya melebar dari luasan daratan 612 km² atau sekitar 67% dari wilayah Singapura menjadi 715 km² atau sekitar 115%. Secara geografis, Batam merupakan kawasan yang sangat strategis. Namun demikian, agar mampu bersaing dengan kawasan lain selain keunggulan lokasinya, Batam perlu mengembangkan keunggulan- keunggulan lainnya. Apalagi pembangunan Batam yang diarahkan pada daerah otonomi bersama pulau Rempang dan Galang menjadi propinsi atau Kabupaten/Kotamadya yang berdiri sendiri pemerintahannya, sebagaimana yang telah dirakit oleh pemerintah pusat dalam strategi pembangunan wilayah bagi daerah-daerah otonom dalam berlakunya UU No. 22/1999 tentang pemerintahan daerah dan UU No. 25/1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Berdasarkan analisa kebutuhan daerah, Industri yang paling unggul di Pulau Batam adalah industri pengolahan, sedangkan sebagian besar bahan inputnya berasal dari luar Pulau Batam. Hal ini sebetulnya memberikan peluang bagi sektor pertanian daerah disekitar Pulau Batam ataupun nasional untuk ikut berkembang dengan kemajuan teknologi yang ada di Pulau Batam. dst... Turn on screen reader support To enable screen reader support, press Ctrl+Alt+Z To learn about keyboard shortcuts, press Ctrl+slash
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStategi Pembangunan Wilayah Batam Melalui Pengembangan Sektor Agribisnis Menuju Era Otonomi Daerahid
dc.subject.keywordKomoditi Unggulan Agribisnis
dc.subject.keywordKota Batam
dc.subject.keywordOtonomi Daerah


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record