Show simple item record

dc.contributor.advisorSanim, Bunasor
dc.contributor.advisorWahyudi
dc.contributor.authorPribadi, Fajardian Mulia
dc.date.accessioned2024-08-06T06:41:54Z
dc.date.available2024-08-06T06:41:54Z
dc.date.issued2001
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/155853
dc.description.abstractFox dalam Timpe (1992) menyatakan faktor yang mempengaruhi periingkatan produktivitas kerja adalah keharmonisan kondisi karyawan dan insentif keuangan yang universal. Keharmonisan kondisi pekerjaan diantaranya yaitu saling ketergantungan manajemen dan karyawan. Sedangkan insentif keuangan bagi karyawan dalam hal ini adalah adanya unsur keadilan dalam gaji atau upah, tunjangan ataupun bonus yang diterima oleh karyawan. Pemberian imbalan jasa yang dirasakan adil dan layak bagi karyawan akan memberikan kepuasan kerja bagi mereka, sehingga dapat menciptakan kualitas kerja yang baik dalam lingkungan yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas dikalangan karyawan yang berarti juga dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. P.T. Deita Djakarta didirkan pada tanggal 1 September 1970 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 1967 tentang Penanarnan Model Asing (PMA). Perusahaan ini sebagai kelanjutan dari perusahaan sebelumnya yaitu Pabrik Anker Bir yang didirkan pada tahurı 1932 milik Belanda, kemudian pada tahun 1958 dinasionalisir oleh Pemerintah Indonesia, Tahun 1965 diserahkan pada Pemda D.K.I. Jakarta menjadi Perusahaan Daerah Budjana Jasa. Sejak perusahaan ini berubah status menjadi P.M.A. dan dipimpin tenaga profesional, telah terjadi perubahan terhadap gaya kepemimpinan dan pengelolaan perusahaan yang semula mempergunakan gaya birokrasi pemerintahan dan karyawan menjadi pegawai negeri. Maka pada awal Januari 1981 Direksi P.T. Delta Djakarta telah memprakarsai "tatap muka" antara Pimpinan dengan seluruh karyawan, suatu kejadian yang belum pernah diadakan sebelumnya. Salah satu kesepakatan yang diputuskan dalam pertemuan tersebut adalah perbaikan Sistem Imbalan Jasa/ Penggajian dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja. Pada Januari 1981 Direksi P.T. Delta Djakarta dengan bantuan Konsultan Manajemen telah mengembangkan (menyempurnakan) struktur gaji lama (1970 -1980) khusus untuk karyawan pelaksana yang diberlakukan April 1981. Kemudian pada awal 1997, bertepatan dengan kepindahan lokasi pabrik dan kantor lama di Jakarta Utara ke pabrik dan kantor baru dengan peralatan modern di Bekasi, P.T. Delta Djakarta telah pula melakukan pengembangan (penyempurnaan) struktur gaji untuk menyesuaikan dengan berubahnya struktur kepegawaian (penggolongan gaji) karena hampir 40% karyawan lama diberhentikan melalui pensiun dini. dst.....
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.titleAnalisis Pengembangan Struktur Gaji Karyawan Pelaksana Di Pt. Delta Jakartaid
dc.subject.keywordPT. Delta Djakarta
dc.subject.keywordProdusen Minuman Beralkohol Anker Bir
dc.subject.keywordCarisberg
dc.subject.keywordAnker Stout, dil.
dc.subject.keywordPengembangan Struktur Penggajian karyawan Pelaksana
dc.subject.keywordPoint System
dc.subject.keywordKeadilan internal dan eksternal dalam struktur penggajian
dc.subject.keywordkepuasan karyawan
dc.subject.keywordChi-Square Test


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record