Show simple item record

dc.contributor.advisorHerawati
dc.contributor.advisorKrisnamurthi, Y. Bayu
dc.contributor.authorAnnisa, Salmadika
dc.date.accessioned2024-07-29T01:49:08Z
dc.date.available2024-07-29T01:49:08Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/154953
dc.description.abstractPopulasi sapi potong di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, hal tersebut menjadikan usahaternak sapi potong berpeluang besar untuk dikembangkan terutama pada peternakan rakyat yang saat ini masih didominasi oleh usahaternak berskala kecil. Salah satu program yang dicanangkan pemerintah untuk pemberdayaan peternak yaitu Sentra Peternakan Rakyat (SPR). SPR Mega Jaya merupakan SPR percontohan dan terbaik di Indonesia tahun 2017. Namun tidak semua peternak tergabung dalam SPR, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya, penerimaan, serta pendapatan peternak anggota dan non anggota SPR Mega Jaya. Metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan usahaternak sapi potong, R/C ratio, dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan atas biaya total usahaternak anggota SPR dan non anggota berturut-turut sebesar Rp8.561.126,06 dan -Rp3.928.392,91. Nilai R/C rasio total sebesar 1,37 persen dan 0,76 persen, hal ini menunjukkan bahwa usahaternak anggota layak dijalankan sedangkan non anggota tidak layak untuk dijalankan.
dc.description.abstractThe beef cattle population in Indonesia continues to increase every year, making beef cattle farming a great opportunity to be developed, especially on smallholder farms which are currently still dominated by small-scale farming. One of the programs launched by the government to empower farmers is the People's Livestock Center (SPR). SPR Mega Jaya is a pilot SPR and the best in Indonesia in 2017. However, not all farmers are members of SPR, so this study aims to analyze the cost structure, revenue, and income of farmer members and non-members of SPR Mega Jaya. The analytical methods used were beef cattle farming income analysis, R/C ratio, and difference test. The results showed that the income over the total cost of farming of SPR members and non-members amounted to Rp8.561.126,06 and -Rp3.928.392,91, respectively. The total R/C ratio value is 1,37 percent and 0,76 percent, this indicates that the livestock business of members is feasible to run while non-members are not feasible to run.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Usahaternak Sapi Potong pada Peternak Anggota dan Non Anggota Sentra Peternakan Rakyat di Kabupaten Bojonegoroid
dc.title.alternativeAnalysis of Beef Cattle Farming Business for Members and Non-Members of Sentra Peternakan Rakyat in Bojonegoro District
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordpendapatanid
dc.subject.keywordR/C ratioid
dc.subject.keywordsapi potongid
dc.subject.keywordSentra Peternakan Rakyatid
dc.subject.keywordUji bedaid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record