Show simple item record

dc.contributor.advisorDiapari, Didid
dc.contributor.advisorRetnani, Yuli
dc.contributor.authorSitepu, Cicilia Cristin Anggraini
dc.date.accessioned2024-07-24T02:27:10Z
dc.date.available2024-07-24T02:27:10Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/154680
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pemberian ransum komplit dalam bentuk pelet yang mengandung limbah kacang tanah (LKT) terhadap kecernaan nutrien kelinci. Penelitian ini menggunakan kelinci jenis New Zealand White berumur sekitar 12 minggu sebanyak 20 ekor dan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. P0 = pelet komplit komersial sebagai kontrol, P1 = pelet kontrol dengan 5% LKT, P2 = pelet kontrol dengan 10% LKT, P3 = pelet kontrol dengan 15% LKT. Peubah yang diukur meliputi konsumsi dan kecernaan nutrien. Data diperoleh menggunakan ANOVA dan apabila data berbeda nyata diuji lanjut menggunakan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum dengan LKT berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap konsumsi lemak kasar (LK) dan serat kasar (SK), serta kecernaan serat kasar (SK). Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa perlakuan pemberian pakan dengan LKT 15% (P3) lebih baik dibandingkan dengan pakan komersial (P0) dalam meningkatkan kecernaan nutrien.id
dc.description.abstractThis study aimed to examine the effect of providing complete rations in the form of pellets containing peanut waste on the nutrient digestibility of rabbits. This study used 20 New Zealand White rabbits aged around 12 weeks and used a randomized group design with 4 treatments and 5 groups. P0 = commercial complete pellets as control, P1 = control with 5% peanut waste, P2 = control with 10% peanut waste, P3 = control with 15% peanut waste. The variables measured include consumption and nutrient digestibility. The data were analyzed using ANOVA and if data were significantly different, further tested using the Duncan test. The results showed that the ration with the peanut waste had a significant effect (P<0.05) on the consumption crude fat and crude fiber, and then the digestibility of crude fiber. Therefore, it can be concluded that feeding treatment with the 15% peanut waste (P3) is better than commercial (P0) in increasing nutrient digestibility.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKecernaan Nutrien Kelinci New Zealand White Yang Diberi Pelet Komplit Mengandung Limbah Kacang Tanah (Arachis hypogaea).id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordNew Zealand White rabbitsid
dc.subject.keywordnutrient consumptionid
dc.subject.keywordnutrient digestibilitid
dc.subject.keywordpeanut wasteid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record