| dc.description.abstract | Indonesia menjadi negara pengimpor garam lebih dari 2.5 juta ton disusul oleh Australia dan India, Salah satu faktor ketidak-berhasilan usaha pembuatan garam adalah kondisi perairan, sehingga bahan baku garam tidak baik. Hal ini berdampak terhadap rendahnya mutu garam yang diproduksi oleh petani Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membuat kriteria desain hidrolika jaringan perpipaan sistem intake tambak garam berdasarkan kondisi salinitas dan fluktuasi pasang surut air laut. Kriteria desain jaringan perpipaan sistem intake tambak garam di Desa Pangarengan Kabupaten Cirebon telah dapat dikembangkan, sehingga mempermudah perhitungan debit pada jaringan perpipaan sistem intake tambak garam. Berdasarkan kriteria desain dapat digambarkan nomogram untuk penentuan titik pengambilan air laut (inlet) dan penentuan diameter pipa yang efektif untuk jaringan perpipaan. Dengan menggunakan nomogram tersebut, diameter pipa yang efektif untuk pengisian storage tambak garam Desa Pangarenagan selama dua minggu adalah 20 ”. Posisi inlet terbaik berada pada jarak 1490.93 m dari bibir pantai, atau berada pada zona bathial di area pesisir, dengan lintasan sepanjang 1585.8 m. Penelitian awal dalam mendesain sistem intake perlu dikembangkan lebih lajut terkait kriteria desain struktur inlet, outlet, dan jalur lintasan pipa, serta kebutuhan biaya konstruksi dan oprasional sistem intake tambak garam, agar dapat diterapkan di lapangan. | |