Show simple item record

dc.contributor.advisorBasar, Firman Muhammad
dc.contributor.authorPutri, Nurisma Syanurifa
dc.date.accessioned2024-07-18T07:15:29Z
dc.date.available2024-07-18T07:15:29Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/154188
dc.description.abstractKacang hijau dan daun kelor merupakan bahan pangan yang kaya akan kandungan zat besi. Kue cubit berbahan tepung kacang hijau dan ekstrak daun kelor dapat dijadikan alternatif kudapan yang dapat membantu menambah asupan zat gizi pada remaja putri. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan produk kue cubit dengan substitusi tepung kacang hijau dan ekstrak daun kelor sebagai pangan alternatif bagi remaja putri. Penelitian menggunakan tiga formula dengan persentase tepung kacang hijau yang berbeda, yaitu F1 (30%), F2 (50%), dan F3 (70%). Uji organoleptik menggunakan metode kuisioner. Analisis hasil uji organoleptik diolah menggunakan uji Kruskall wallis. Hasil analisis menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan pada parameter penampilan, aroma, tekstur, rasa, dan penampilan. Berdasarkan hasil uji organoleptik, formula kue cubit yang dipilih adalah formula kue cubit dengan substitusi tepung kacang hijau sebesar 50%. Tiap satu takaran saji kue cubit mengandung energi sebesar 244 Kal, protein 12,5 g, lemak 10,8 g, karbohidrat 26 g, dan zat besi 1,62 mg. Harga jual produk kue cubit dengan substitusi tepung kacang hijau dan ekstrak daun kelor per takaran saji 100 g adalah Rp. 10.000.
dc.description.abstractMung beans and moringa leaves are food ingredients rich in iron content. Kue cubit made from Mung bean flour and moringa leaf extract can be an alternative snack that helps increase the nutritional intake of adolescent girls. The aim of this study is to develop a kue cubit product with mung bean flour and moringa leaf extract substitution as an alternative food for adolescent girls. The research uses three formulas with different percentages of mung bean flour, namely F1 (30%), F2 (50%), and F3 (70%). The organoleptic test is conducted using a questionnaire method. The results of the organoleptic test analysis are processed using the Kruskal-Wallis test. The analysis results indicate no significant differences in the parameters of appearance, smell, texture, taste, and color. Based on the organoleptic test results, the selected kue cubit formula is the one with 50% green bean flour substitution. Each serving size of kue cubit contains 244 calories, 12.5 g of protein, 10.8 g of fat, 26 g of carbohydrates, and 1.62 mg of iron. The selling price of kue cubit with mung bean flour and moringa leaf extract per 100 g serving is Rp. 10,000.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengembangan Kue Cubit Tepung Kacang Hijau dan Ekstrak Daun Kelor sebagai Kudapan Penambah Zat besiid
dc.title.alternativeDevelopment of Kue Cubit with mung bean flour and moringa leaf extract as Iron-Enriched Snacks
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordmung bean flourid
dc.subject.keywordIronid
dc.subject.keywordmoringa leaf extractid
dc.subject.keywordkue cubitid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record