Show simple item record

dc.contributor.advisorPurwanto, Bagus Priyo
dc.contributor.advisorPriyambodo, Danang
dc.contributor.authorAwaliyah, Izzahtulloh Rizky
dc.date.accessioned2024-07-17T16:08:27Z
dc.date.available2024-07-17T16:08:27Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/154080
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengamati Pengaruh Fermentasi Ekskreta Puyuh yang Ditambahkan Larutan Fenol Organik dalam Pakan terhadap Produksi Maggot BSF. Penelitian ini dilaksanakan selama 12 minggu pada bulan Juli sampai Oktober 2023 di Laboratorium Ternak Unggas kampus Sekolah Vokasi IPB. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, dengan perlakuan media ekskreta tanpa fermentasi (P1) dan media ekskreta fermentasi (P2). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali, data yang diperoleh dibahas secara deskriptif. Prosedur yang dilakukan yaitu: pemeliharaan puyuh, pemberian larutan fenol organik pada pakan puyuh, persiapan instalasi biokonversi, koleksi ekskreta puyuh, pengukuran suhu dan pH, pemanenan, produksi maggot segar dan kering, prduksi kasgot, dan pengamatan karakteristik kasgot. Hasil biokonversi menunjukkan bahwa produksi maggot BSF segar pada P1 adalah 15.67 ± 2.08 dan P2 adalah 14.00 ± 1.73. Produksi maggot BSF kering pada P1 adalah 3.30 ± 0.33 dan P2 adalah 2.89 ± 0.32. Secara umum, pemberian larutan fenol organik pada pakan dalam budidaya puyuh menghasilkan ekskreta yang kurang baik sebagai media untuk pertumbuhan maggot BSF.
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengamati Pengaruh Fermentasi Ekskreta Puyuh yang Ditambahkan Larutan Fenol Organik dalam Pakan terhadap Produksi Maggot BSF. Penelitian ini dilaksanakan selama 12 minggu pada bulan Juli sampai Oktober 2023 di Laboratorium Ternak Unggas kampus Sekolah Vokasi IPB. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, dengan perlakuan media ekskreta tanpa fermentasi (P1) dan media ekskreta fermentasi (P2). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali, data yang diperoleh dibahas secara deskriptif. Prosedur yang dilakukan yaitu: pemeliharaan puyuh, pemberian larutan fenol organik pada pakan puyuh, persiapan instalasi biokonversi, koleksi ekskreta puyuh, pengukuran suhu dan pH, pemanenan, produksi maggot segar dan kering, prduksi kasgot, dan pengamatan karakteristik kasgot. Hasil biokonversi menunjukkan bahwa produksi maggot BSF segar pada P1 adalah 15.67 ± 2.08 dan P2 adalah 14.00 ± 1.73. Produksi maggot BSF kering pada P1 adalah 3.30 ± 0.33 dan P2 adalah 2.89 ± 0.32. Secara umum, pemberian larutan fenol organik pada pakan dalam budidaya puyuh menghasilkan ekskreta yang kurang baik sebagai media untuk pertumbuhan maggot BSF.
dc.description.sponsorshipIPB dalam program penelitian dosen muda IPB tahun 2023
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Fermentasi Ekskreta Puyuh yang Ditambahkan Larutan Fenol Organik dalam Pakan terhadap Produksi Maggot BSFid
dc.title.alternativeEffect of Fermentation of Quail Excreta Given Organic Phenol Solution in Feed on BSF Maggot Production
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordorganic phenol solutionid
dc.subject.keywordquail excretaid
dc.subject.keywordBioconversionid
dc.subject.keywordBlack Soldier Flyid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record