Peningkatan nilai nutrisi empulur sagu (Metroxylon sp.) sebagai bahan pakan monogastrik melalui teknologi fermentasi menggunaan aspergillus niger
View/ Open
Date
1995Author
Hanifah, Ai
Sofyan, Lily Amalia
Kompian, I Putu
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pakan dan Kandang Ayam Balai Penelitian Ternak Ciawi-Bogor mulai bulan April sampai bulan Agustus 1994. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan nilai nutrisi empulur sagu (Metroxylon Sp.) yang difermentasi dengan Aspergillus niger.
Empulur sagu dalam bentuk tepung dikukus selama 30 menit. Kemudian ditambah air hingga kadar airnya mencapai ± 60%. Setelah tercampur rata diberi mineral dan setelah dingin diinokulasi dengan Aspergillus niger sebanyak 10° per gram substrat kering. Kemudian bahan ditempatkan dalam baki plastik dan diinkubasi selama empat hari. Setelah fermentasi selesai, produk dikeringkan lalu digiling dan dianalisis.
Enam ekor ayam dalam kandang individual diberi pakan yang akan diuji selama 6 jam, dimana sebelumnya ayam dipuasakan selama 24 jam. Air minum diberikan ad libitum. Penampungan ekskreta dilakukan selama 24 jam setelah diberi makan untuk diukur energi metabolisnya. Peubah yang diukur adalah suhu, kehilangan berat
kering, kadar pati, kadar protein, kadar serat kasar, kadar abu, pH media dan energi metabolis dari produk fermentasi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (Steel dan Torrie, 1991) dengan dua perlakuan dan tiga kelompok. Perlakuan berdasarkan fermentasi dan kelompok berdasarkan pembuatan fermentasi.
Teknologi fermentasi pada empulur sagu (Metroxylon sp.) dengan menggunakan Aspergillus niger dapat meningkat- kan kadar protein murni dari 1,65% menjadi 16,25% ± 3,12%, kadar abu dari 4,87 ± 0,03% menjadi 8,19 ± 0,39%, kadar serat kasar dari 5,91 ± 0,01% menjadi 9,22 ± 0,33% dan pH media dari 5,46 ± 0,24 menjadi 6,48 ± 0,20. Sedangkan
kadar pati turun dari 64,97 ± 8,94% menjadi 35,55 ± 2,89% dan energi metabolis turun dari 3377,07 ± 121,77 kal/g menjadi 3061,44 ± 156,06 kal/g. Kadar bahan kering yang hilang sebesar 27,09 ± 2,05%.
Kelompok pembuatan fermentasi berpengaruh tidak nyata terhadap kehilangan berat kering, kadar pati, kadar protein murni dan pH media. Hal ini berarti pembuatan fermentasi empulur sagu dapat dilakukan kapan saja, tanpa mempengaruhi nilai nutrisi tersebut. Sedangkan pada kadar serat kasar dan kadar abu, kelompok pembuatan fermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Dari hasil uji jarak Duncan pada kadar serat kasar dan kadar abu diperoleh hasil sangat nyata (P<0,01) pada kelompok Eml terhadap Em2 dan Emi terhadap Em3, sedangkan pada kelompok Em2 terhadap Em3 berpengaruh tidak nyata.
