Show simple item record

dc.contributor.advisorJachja F.A., Jajat
dc.contributor.advisorHasjmy, Abdul Djamil
dc.contributor.authorJusnardi
dc.date.accessioned2024-05-31T00:47:25Z
dc.date.available2024-05-31T00:47:25Z
dc.date.issued1993
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/152458
dc.description.abstractPeningkatan populasi ternak akan diikuti oleh pening- katan kebutuhan pakan. Oleh karena itu, perlu adanya usaha mencari bahan lain yang bisa dijadikan sebagai pakan, untuk menambah sumber pakan yang telah ada. Salah satu diantaranya adalah limbah (waste product) pertanian yaitu kulit buah- buahan. Pemanfaatan kulit buah-buahan ini sebagai pakan, secara tidak langsung akan bermanfaat bagi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai nutrisi salah satu kulit buah-buahan, yaitu kulit buah duku-dukuan yang terdiri atas duku, kokosan dan langsat. Informasi nilai nutrisi kulit buah duku-dukuan ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan jika kulit buah ini digunakan dalam ransum ternak. Terlebih dahulu dilakukan pengamatan dan pengukuran keadaan fisik buah ketiga varietas duku-dukuan tersebut, selanjutnya dilakukan analisis terhadap kulit buah. Analisis kadar komponen dinding sel dilakukan menurut metode Van Soest, analisis kadar tannin menurut metode Lowenthal-Procter dan degradasi bahan dalam rumen menurut Teknik In Sacco. Pengukuran degradasi bahan dalam rumen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan (jenis kulit buah duku-dukuan) dan enam kelompok (periode inkubasi). Degradasi potensial (a + b) dan laju degradasi (c) dihitung dengan persamaan Pta b(1 (P) dihitung dengan persamaan P - e-ct). = Degradasi efektif a + b(bc/(c+k)) dimana k adalah koefisien laju aliran digesta dari rumen ke omasum. Berdasarkan pengamatan keadaan fisik, buah ketiga varie- tas duku-dukuan dapat dibedakan dari bentuk buah, warna kulit, rasa daging buah, ketebalan kulit, besar buah, besar dan jumlah biji serta warna daging buah. Berat kulit buah lebih baik diduga dari berat buah dibandingkan keliling vertikal dan keliling horizontal, karena mempunyai koefisien korelasi yang tertinggi. Kadar dinding sel tertinggi terdapat pada kulit buah duku (54,03%) diikuti kokosan (49,97%) dan langsat (49,42%). Nila rataan kadar komponen dinding sel kulit buah ketiga varietas tersebut adalah: NDF 51,14%, ADF 32,45%, hemiselulo- sa 18,69%, selulosa 23,10%, ADL 9,25% dan silika 0,09%. Kadar tannin tertinggi terdapat pada kulit buah duku (3,52%), diikuti langsat (3,06%) dan kokosan (2,50%)….dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcNutrition feed Technologyid
dc.subject.ddcFeed Nutritionid
dc.titleEvaluasi nutrisi kulit buah duku-dukuan (Lansium domesticum) sebagai pakan dengan teknik in Saccoid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record