| dc.description.abstract | Usahaternak domba adalah salah bentuk usahaternak yang cukup penting bagi masyarakat petani di pedesaan. Saat ini usahaternak domba dijadikan sebagai usaha sambilan bagi petani dengan skala usahaternak antara 5 sampai 15 ekor per petani.
Pemerintah telah merintis untuk memajukan usahaternak potong dengan berbagai bentuk bantuan seperti bantuan penyediaan bibit, penyuluhan dan bantuan kredit. Peternak domba di Kecamatan Lembursitu telah mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pengembalian kredit ternak domba yang mendapat bantuan dari pemerintah dan pengaruh bantuan tersebut bagi peningkatan pendapatan peternak. Penanaman modal untuk mengembangkannya cukup besar, sehingga diperlukan analisis finansial yang bertujuan untuk melihat sejumlah biaya dan penggunaanya. Untuk menentukan tingkat kelayakan bantuan kredit tersebut, maka dilakukan perbandingan antara biaya dan penerimaan. Kriteria yang digunakan adalah Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Benefit Cost Ratio (B/C ratio). Nilai diskonto yang digunakan adalah 25 persen dan 30 persen dengan umur proyek 4 tahun.
Berdasarkan hasil analisis finansial yang dilakukan, bantuan kredit pemerintah pada peternak domba pada tingkat diskonto 25 persen dan 30 persen memperlihatkan hasil yang negatif masing-masing sebesar Rp. 370.132 dan Rp. 585.013.
Hasil pengujian perencanaan pengembangan usahaternak domba menunjukan bahwa usahaternak tersebut belum memenuhi kriteria kelayakan secara financial dalam jangka waktu 4 tahun. Nilai Net Present Value (NPV) 25 persen adalah -Rp. 370.132. Sedangkan, Nilai Net Present Value (NPV) 30 persen adalah Rp. 585.013. Benefit Cost Ratio (BCR) pada tingkat 25 persen adalah 0.91 sedangkan pada tingkat 30 persen adalah 0.84 Internal Rate of Ratio pada tingkat suku bunga 25 persen dan 30 persen adalah 18 persen. Berdasarkan perhitungan NPV, BCR dan IRR maka usaha tersebut belum memenuhi kriteria kelayakan finansial dalam jangka waktu 4 tahun.
Pengaruh bantuan kredit tersebut pada tahun pertama dan kedua masih belum mempengaruhi pendapatan. Sedangkan pada tahun ketiga, dan keempat, bantuan kredit tersebut sudah berpengaruh terhadap pendapatan peternak. | id |