| dc.description.abstract | Memasuki era perdagangan bebas AFTA 2003, industri perikanan Indonesia dengan sendirinya dituntut untuk mempersiapkan diri agar mampu bersaing dengan produk perikanan sejenis dari berbagai negara. Salah satu cara yang sedang dan sudah diterapkan di beberapa industri perikanan adalah Penerapan Manajemen Mutu Terpadu (MMT) dengan pendekatan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Dalam studi ini akan dipelajari proses pengambilan keputusan HACCP menggunakan alat Proses Hirarki Analitik (PHA).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan MMT-HACCP, kinerja perusahaan dalam penerapannya dan manfaat-manfaat yang diperoleh dengan penerapan MMT-HACCP. Penelitian dilakukan dengan pendekatan analisis permasalahan, analisis kinerja dan analisis manfaat yang merupakan awal penyusunan hirarki dan diolah melalui PHA. Teknik ini dilakukan dengan wawancara langsung dengan responden. Dari penilaian ini dilakukan pemrosesan data dengan menggunakan Program Expert Choice version 8.0. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa PT Indomaguro Tunas Unggul
secara umum telah menerapkan MMT-HACCP dengan cukup baik. Hal ini terlihat dari pengambilan keputusan dengan menempatkan obyek proses (0.371) pada analisis manfaat dan bagian quality assurance (0.422) pada analisis kinerja sebagai prioritas pertama. Analisis keseluruhan faktor memperlihatkan bahwa terjadinya penurunan biaya produksi (0.286) dalam analisis manfaat dan perlunya standar produk dan kerja (0.315) dalam analisis kinerja sebagai prioritas pertama, menjadi indikasi adanya usaha pihak manajemen perusahaan untuk menerapkan sistem MMT-HACCP. Kesemua data responden PHA menunjukkan rasio inkonsistensi dibawah 0.01, yang berarti semua responden relatif konsisten dalam memberikan keputusan. | id |