| dc.description.abstract | Salah satu usaha penyediaan hasil olahan perikanan yang dapat dikembangkan di Indonesia adalah kamaboko. Kamaboko merupakan salah satu produk hasil diversifikasi di bidang perikanan. Produk ini mirip dengan produk olahan yang sudah lama digemari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bakso dan empek-empek sehingga diharapkan produk kamaboko juga akan digemari masyarakat Indonesia yang akhirnya dapat menambah keragaman produk hasil perikanan.
Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan pemanfaatan ikan air tawar khususnya ikan belut, dengan cara mengolahnya menjadi produk diversifikasi, mempelajari pembuatan kamaboko dari ikan belut dan mengetahui kekuatan gel yang terbaik dari surimi dengan berbagai suhu perebusan, dan untuk mengetahui konsentrasi tepung terigu terbaik yang diperlukan dalam pembuatan kamaboko agar dihasilkan produk yang bermutu baik.
Dipilihnya ikan belut sebagai bahan baku dalam penelitian ini karena ikan ini merupakan jenis ikan air tawar yang sudah dikenal sejak lama di Indonesia. Ikan belut merupakan ikan ekonomis penting yang telah lama dikenal dan disukai masyarakat, karena rasanya enak dan gurih, serta merupakan sumber protein hewani.
Penelitian pendahuluan dilakukan pembuatan gel ikan pada suhu setting perebusan 20, 30, 40, dan 50°C, masing-masing pencucian daging lumat 3 kali, kadar garam 2,5%, dan lama perebusan 20 menit, dilanjutkan dengan perebusan pada suhu cooking sebesar 90º dengan lama perebusan 30 menit. Pengamatan terhadap rendemen, nilai rendemen surimi sebesar 28,57% dari berat ikan utuh. Sedangkan nilai rata-rata kekuatan gel (Kg/mm) berkisar antara 0,11 Kg/mm 0,15 Kg/mm, dengan nilai rata-rata kekuatan gel tertinggi didapatkan dari perlakuan suhu setting perebusan 50°C (0,15 Kg/mm). Berdasarkan nilai kekenyalan gel (%) didapatkan nilai rata-rata yang berkisar antara 78,79% sampai 94,84%, dengan nilai tertinggi... | id |