Show simple item record

dc.contributor.advisorMansyur, Avief
dc.contributor.advisorNurisyah, Siti
dc.contributor.authorMokhtar, Mimy Moenirah
dc.date.accessioned2024-05-28T04:46:43Z
dc.date.available2024-05-28T04:46:43Z
dc.date.issued1981
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151965
dc.description.abstractBudidaya tanaman kelapa (Cocos nucifera Linn), hingga saat ini masih memegang peranan penting dalam kehidup pan dan perekonomian rakyat. Dalam kaitannya dengan pendapatan nasional selama 1960-1969, hasilnya paling sedikit 2% dari Produk Nasional Bersih dan rata-rata 30% dari komoditi komersial. Sampai dengan tahun 1973 tercatat sebagai komoditi yang masih memberikan sumbangan devisa yang cukup.1) Disamping ekspor, konsumsi lokal cukup tinggi berupa ± 75% lemak dan 8% protein bagi gizi rakyat. Luas areal tanaman kelapa tahun 1977 adalah 2 085 307 hektar dengan jumlah 229 384 000 pohon. Tanaman belum menghasilkan yang berumur 1-7 tahun diperkirakan 24 138 000 pohon (10%). Kemudian tanaman menghasilkan yang berumur 8-60 tahun sekitar 166 087 000 pohon (72%) dan tanaman yang sudah tidak menghasilkan sekitar 39 159 000 polion (18%).2) Produksi kelapa di Indonesia dewasa ini sangat rendah diperkirakan hanya 7 kuintal kopra/ha/tahun (Anonim, 1977). Produksi yang rendah ini disebabkan karena jenisnya bukan jenis unggul, adanya serangan hama dan penyakit, teknik budidaya belum sempurna dan sebagian besar tanaman sudah tua. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcBudidaya Tanaman Kelapa Hibrida (MYD X WAT) Di Perkebunan Bergen, PT Perkebunan X Lampungid
dc.titleBudidaya Tanaman Kelapa Hibrida (MYD X WAT) Di Perkebunan Bergen, PT Perkebunan X Lampungid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record