| dc.description.abstract | Budidaya tanaman kelapa (Cocos nucifera Linn), hingga saat ini masih memegang peranan penting dalam kehidup
pan dan perekonomian rakyat. Dalam kaitannya dengan pendapatan nasional selama 1960-1969, hasilnya paling sedikit 2% dari Produk Nasional Bersih dan rata-rata 30% dari
komoditi komersial. Sampai dengan tahun 1973 tercatat
sebagai komoditi yang masih memberikan sumbangan devisa
yang cukup.1) Disamping ekspor, konsumsi lokal cukup
tinggi berupa ± 75% lemak dan 8% protein bagi gizi rakyat.
Luas areal tanaman kelapa tahun 1977 adalah 2 085 307 hektar dengan jumlah 229 384 000 pohon. Tanaman belum menghasilkan yang berumur 1-7 tahun diperkirakan 24 138 000 pohon (10%). Kemudian tanaman menghasilkan yang berumur 8-60 tahun sekitar 166 087 000 pohon (72%) dan tanaman yang sudah tidak menghasilkan sekitar 39 159 000 polion (18%).2) Produksi kelapa di Indonesia dewasa ini sangat rendah diperkirakan hanya 7 kuintal kopra/ha/tahun (Anonim, 1977). Produksi yang rendah ini disebabkan karena jenisnya bukan jenis unggul, adanya serangan hama dan penyakit, teknik budidaya belum sempurna dan sebagian besar tanaman sudah tua. ... | id |