Show simple item record

dc.contributor.advisorPoermono, Djoko
dc.contributor.advisorErungan, Anna C.
dc.contributor.authorMardyani, Widya Indri
dc.date.accessioned2024-05-27T06:06:22Z
dc.date.available2024-05-27T06:06:22Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151709
dc.description.abstractSalah satu cara untuk meningkatkan konsumsi ikan adalah dengan meningkatkan ragam pengolahannya. Pembuatan produk gel ikan merupakan salah satu alternatif yang mungkin dapat menjawab permasalahan di atas. Gel ikan adalah nama umum untuk produk-produk yang terbuat dari gel protein ikan seperti kamaboko dan sosis ikan. Kamaboko merupakan produk gel ikan yang cukup dikenal di negara asalnya yaitu Jepang. Pengolahan ikan segar menjadi kamahoko mempunyai prospek yang cerah karena produk ini mirip dengan produk yang sudah lama disukai oleh masyarakat Indonesia, sepeti empek-empek, bakso ikan, dan otak-otak. Penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan dilaksanakan untuk mengetahui berat ikan yang paling baik dalam pembuatan gel kamaboko. Sedangkan tujuan dari penelitian utama adalah untuk mengetahui keadaan surimi dan tepung tapioka terhadap pembuatan kamaboko, serta mempelajari pembuatan kamaboko dan perubahan-perubahan yang terjadi didalamnya. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah keadaan surimi (S) dan konsentrasi tepung tapioka (T). Perlakuan keadaan surimi terdiri dari dua taraf, yaitu surimi segar (S1) dan surimi beku (S2). Untuk perlakuan tepung tapioka terdiri dari empat taraf, yaitu konsentrasi 0% (T0), 5% (T5), 10% (T10), dan 15% (T15). Analisis penelitian pendahuluan meliputi analisis kimia (kadar air, kadar lemak, kadar abu, kadar protein, pH, protein larut garam, dan protein larut air), analisis fisik (kekerasan gel, derajat putih, uji pelipatan, dan uji potong), serta rendemen. Sedangkan untuk penelitian utama adalah analisis kimia (kadar air, kadar lemak, kadar abu, kadar protein, pH, dan TVB), serta uji organoleptik (penampakan, tekstur, aroma, warna, dan rasa). Perlakuan terbaik ditentukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 2 x 4 dengan dua kali ulangan untuk parametrik, sedangkan untuk yang non parametrik menggunakan uji Kruskal Wallis....id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAquatic Product Technologyid
dc.subject.ddcKamabokoid
dc.titleStudi pembuatan kamaboko dari ikan patin (Pangasius sp.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record