| dc.description.abstract | Rumput laut merupakan salah satu komoditi ekspor hasil perikanan yang tingkat pengusahaannya masih tergolong rendah dibandingkan usaha budidaya komoditas perikanan lainnya seperti ikan, udang dan krustasea. Produksi yang rendah menyebabkan peluang ekspor rumput laut yang tercipta di pasaran internasional kurang dapat dimanfaatkan oleh nelayan di negara kita.
Semakin berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan menyebabkan pemanfaatan rumput laut bagi kepentingan umat manusia tidak lagi hanya terbatas sebagai makanan saja. Salah satu kandungan rumput laut adalah agar-agar, yang dewasa ini dengan kemajuan teknologi penggunaannya semakin meluas.
Pada pengolahan agar di Indonesia, kualitas produk dan proses produksi yang diterapkan masih bersifat sangat sederhana. Hal ini menjadi kendala dalam menjaga mutu produk. Proses produksi yang masih manual dan tradisional menyebabkan kapasitas produksi pun terbatas dan menghasilkan limbah yang cukup melimpah dan potensial untuk menyebabkan terjadinya polusi lingkungan. Padahal permintaan agar-agar di Indonesia terus meningkat sehingga akhirnya harus mengimpor agar-agar dari luar negeri.
Dalam pengolahan agar-agar, tahapan proses yang membutuhkan banyak energi adalah filtrasi. Umumnya filtrasi masih dilakukan secara manual menggunakan tenaga manusia, sehngga filtrat yang dihasilkan serta pengurangan limbah ampas masih belum optimal. Untuk itu diperlukan pengembangan peralatan filtrasi guna meningkatkan produksi
agar-agar. Pada penelitian ini digunakan alat penyaring rumput laut yang dapat mempermudah dan mempercepat dalam filtrasi agar-agar dengan menerapkan gaya sentrifugal. Penggunaan alat ini diharapkan dapat menghasilkan rendemen agar-agar yang sama atau bahkan lebih daripada filtrat agar-agar yang diperoleh melalui proses... | id |