View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquaculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquaculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh teknik pemasakan dan formulasi santan terhadap sifat fisik dan organoleptik produk abon ikan sapu-sapu (Hyposarcus pardalis)

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (14.37Mb)
      Date
      2002
      Author
      Muchlisin
      Suwandi, Ruddy
      Uju
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Ikan sapu-sapu (Hyposarcus pardalis) bagi sebagian besar petani pada saat ini masih dianggap sebagai hama pertanian. Dengan kemampuan beradaptasi yang tinggi serta didukung oleh mekanisme reproduksi yang baik jenis ikan ini mampu bertahan hidup bahkan mendominasi perairan tawar yang dihuninya (Prihardhyanto, 1995). Berdasarkan analisis proksimat terhadap daging ikan sapu-sapu besarnya kadar air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat masing-masing adalah 83,16% (bb), 14,90 % (bk), 0,18% (bk), 71,08% (bk), dan 13,84% (bk). Hal ini menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu tergolong jenis ikan berlemak rendah dan berprotein tinggi (Stansby dan Olcott, 1963). Dengan alasan ini maka ikan sapu-sapu sebenarnya merupakan potensi yang besar dalam kontribusinya terhadap pemenuhan kebutuhan protein manusia. Salah satu usaha pemanfaatan ikan sapu-sapu yang berkaitan langsung dengan upaya perluasan produk perikanan yang berbasis sumber daya alam adalah pembuatan abon ikan. Selain populer, pembuatan abon ikan juga sangat mudah dilakukan. Proses pembuatan abon ikan sapu-sapu meliputi pemilletan, pembilasan, pengukusan, pendinginan, penyayatan, pembumbuan, pengorengan, dan penambahan santan. Setelah kering produk didiamkan dalam suhu kamar. Perbedaan teknik pemasakan serta formulasi santan yang diberikan terhadap produk abon ikan sapu-sapu bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen, serta pengaruhnya terhadap kandungan gizi dalam produk akhir. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian lanjutan (utama). Penelitian pendahuluan dilakukan untuk mengetahui waktu terbaik pengeringan produk abon ikan sapu-sapu melalui proses pengovenan pada suhu 105°C yang diamati pada selang waktu 5 menit untuk setiap perubahan...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151642
      Collections
      • UT - Aquaculture [2189]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository