Show simple item record

dc.contributor.advisorDjohar, Setiadi
dc.contributor.advisorWahyudi
dc.contributor.authorArifin, Ahmad Nasulian
dc.date.accessioned2024-05-23T13:32:29Z
dc.date.available2024-05-23T13:32:29Z
dc.date.issued1995
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151484
dc.description.abstractPerubahan lingkungan yang sangat cepat, baik di tingkat Nasional maupun Internasional, tentu berpengaruh terhadap dunia pertanian termasuk Sektor Per- kebunan. Globalisasi dan liberalisasi perdagangan adalah merupakan sebuah gelombang perubahan yang akan membentuk peta baru perdagangan dunia. Dina- mika ini dapat dipandang sebagai tantangan dan juga sekaligus sebagai peluang. Dalam upaya meningkatkan peran BUMN Perkebunan sebagai pelaku ekonomi dalam Pembangunan Jangka Panjang (PJP) II serta dalam persiapan menghadapi pasar global, maka tahun 1994 lalu terjadi Restrukturisasi BUMN Perkebunan lingkup Pertanian, dimana dua puluh enam PTP diciútkan menjadi sembilan PTP. Dan PT. Perkebunan X/XXXI (Persero) adalah salah satu BUMN Perkebunan yang mengalami penggabungan tersebut. Yang kini menjadi perta- nyaan adalah dapatkah langkah tersebut meningkatkan kinerja BUMN Pertanian dan apakah komposisi unit usaha sudah optimal setelah mengalami penggabungan saat ini. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka Geladikarya ini difokuskan untuk mengkaji strategi portfolio produk yang ada pada saat setelah penggabungan. Sehingga dengan hasil kajian ini perusahaan dapat mengetahui posisinya saat ini, termasuk unit-unit usaha yang dikelolanya. Dalam penelitian ini digunakan metoda studi kasus yang bertujuan untuk memperoleh gambaran yang luas dan lengkap mengenai subyek yang diamati, serta dapat diketahui keadaan sebenarnya. Adapun data yang dikumpulkan terdiri dari data Primer dan data Sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah analisa SWOT untuk tingkat perusahaan, serta ancangan BCG dan GE untuk unit usahanya. Hasil kajian yang diperoleh menunjukkan bahwa strategi umum perusahaan adalah Strategi Pertumbuhan. Sementara unit usaha Kelapa Sawit, Teh, Gula dan Kakao berada pada posisi Tanda Tanya atau Question Mark, yang mengindikasi- kan bahwa unit usaha tersebut membutuhkan banyak dana untuk peningkatan pangsa pasar atau penjualan, sedangkan perolehan dana rendah atau bahkan merugi. Unit usaha Karet berada pada posisi Sapi Perah atau Cash Cow, yang menunjukkan unit usaha ini adalah sebagai penghasil dana. Dilihat dari kekuatan bisnis dan daya tarik industri, maka unit usaha Karet, Kelapa Sawit, Teh, dan Gula berada pada posisi Selektif, dengan kekuatan bisnis dan daya tarik industri berada pada tingkat sedang. Posisi ini menggambarkan bahwa unit usaha tersebut sebaiknya menerapkan strategi bisnis investasi secara selektif, spesialisasi serta mengidentifikasi segmen pasar yang sedang tumbuh. Sementara unit usaha Kakao berada pada posisi Hapus atau Panen, dengan kekuat- an bisnis lemah dan daya tarik industri sedang, posisi ini sebaiknya melakukan strategi bisnis mencari ceruk pasar, spesialisasi serta mempertimbangan untuk keluar dari bisnis tersebut....id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleKajian Strategi Portfolio Produk Pt. Perkebunan X/ Xxxi (Persero) Bandar Lampungid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordstrategi portofolioid
dc.subject.keywordBUMNid
dc.subject.keywordanalisis SWOTid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record