Show simple item record

dc.contributor.advisorHerlina, Lien
dc.contributor.advisorSuroso, Arif Imam
dc.contributor.authorWidada
dc.date.accessioned2024-05-23T10:49:44Z
dc.date.available2024-05-23T10:49:44Z
dc.date.issued1996
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151404
dc.description.abstractSaluran pemasaran kopi cukup panjang (petani pedagang kaki tangan pedagang pengumpul pedagang besar) sehingga efisiensi saluran pemasaran kopi petani menjadi lebih rendah. Pendapatan petani kopi di daerah penyangga yang sangat rendah tersebut membawa dampak negatif, antara lain: 1. Perambahan hutan di TWA untuk penambahan lahan kebun petani. 2. Penebangan kayu secara liar untuk meningkatkan pendapatan petani. 3. Mengurangi citra TWA yang saat ini masih dalam proses untuk dipopulerkan melalui program pemasaran. Potensi daya tarik TWA Ruteng, yaitu obyek wisata alam (keindahan pemandangan alam, gunung, danau, air terjun, goa, flora-fauna) dan obyek wisata budaya (rumah tradisional & tari caci) serta adanya gejala alam yang khas yaitu sumber air panas bumi, sampai saat ini belum banyak diketahui oleh wisatawan. Hal ini dikarenakan adanya kendala-kendala, yaitu terbatasnya aksesbilitas dan sarana prasarana, promosi belum dilakukan, disamping adanya keterbatasan SDM dan struktur organisasi serta koordinasi antar instansi belum dilakukan secara efektif...dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Pemasaranid
dc.titleProgram Terpadu Pemasaran Komoditi Kopi Di Daerah Penyanga Taman Wisata Alam Rutengid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordpemasaranid
dc.subject.keywordkomoditi kopiid
dc.subject.keywordTaman wisata alam rutengid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record