Show simple item record

dc.contributor.advisorHerlina, Lien
dc.contributor.advisorSumarwan, Ujang
dc.contributor.authorNadhan, Ragu
dc.date.accessioned2024-05-23T10:24:50Z
dc.date.available2024-05-23T10:24:50Z
dc.date.issued1998
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151373
dc.description.abstractIndustri tekstil dan Produk tekstil (TPT) merupakan industri yang strategis karena merupakan industri yang menghasilkan sumber devisa negara terbesar diluar non migas. Industri ini juga berperan dalam memenuhi kebutuhan sandang masyarakat. Perkembangan industri TPT ini sangat baik. Hal ini ditandai dengan meningkatnya konsumsi tekstil/kapita/tahun dan meningkatnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun. Oleh karena itu semakin banyak investor yang ingin menanamkan modalnya dalam industri ini. PT Texmaco Jaya Tbk. (PT. "TJ") merupakan salah satu produsen tekstil yang tergabung dalam Texmaco Group, mulai beroperasi tanggal 28 Nopember 1970. Ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama dalam bidang industri pertenunan dan perajutan, termasuk finishing dan printing. Perusahaan berkedudukan di Karawang sedangkan pabriknya berlokasi di Beji, Pemalang, Jawa Tengah dan Karawang, Jawa Barat. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1972. Dalam mengantisipasi persaingan yang semakin ketat, PT. "TJ" harus mencari dan mengembangkan kompetensi inti yang dimilikinya guna meningkatkan daya saingnya. Kompetensi inti merupakan sumberdaya dan kemampuan perusahaan yang merupakan sumber keunggulan bersaing perusahaan terhadap pesaingnya. Sumberdaya dan kemampuan ini merupakan dasar bagi perusahaan untuk merumuskan dan menerapkan strategi. Permasalahan yang dihadapi oleh PT. "TJ" sehubungan dengan pengembangan kompetensi inti dapat dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana mengembangkan kompetensi inti PT. "TJ"; (2) Bagimanakah strategi pemasaran yang harus dilakukan oleh PT. "TJ" dalam menghadapi pesaing-pesaingnya sehingga dapat meningkatkan daya saingnya; (3) Bagaimana kebijaksanaan pemasaran yang diterapkan oleh PT. "TJ" saat ini dan (4) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dalam pengembangan komptensi inti. Dengan mengetahui permasalahan tersebut maka tujuan geladikarya ini adalah (1) Mengkaji strategi pemasaran yang telah dilakukan oleh PT. "TJ" dalam upaya meningkatkan daya saing: (2) Mengkaji jenis produk yang harus dikembangkan oleh PT. "TJ" berdasarkan kompetensi intinya: (3) Memberikan alternatif strategi pengembangan kompetensi inti yang efektif guna meningkatkan daya saing produk tekstil PT. "TJ". Dengan ruang lingkup berfokus kepada pengembangan kompetensi inti yang harus dikembangkan oleh divisi tekstil PT. "TJ" guna meningkatkan daya saingnya. Geladikarya ini dimulai pada pertengahan bulan Juli 1998 dan berakhir pada pertengahan bulan September 1998. Metode yang digunakan dalam geladikarya ini adalah metode studi kasus dengan mengkaji kompetensi inti dan analisis SWOT. Kajian kompetensi inti dapat dilakukan dengan cara menganalisis: (1) Inimitability; (2) Durability: (3) Appropriability (4) Substitutability (5) Competitive Superiority. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer ini diperoleh dengan cara melakukan (1) observasi yang dilakukan dengan pengamatan langsung ke pabrik untuk melihat proses produksi; (2) wawancara langsung kepada pihak terkait yang ada di dalam perusahaan (bagian produksi, keuangan, penelitian dan pengembangan, proses kontrol, SDM, pemasaran) dan pihak luar perusahaan seperti retailer, konsumen industri untuk mendapatkan data berupa sikap mereka terhadap atribut produk perusahaan dan pesaing serta Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API); (3) Kuesioner dengan membuat daftar pertanyaan sebagai panduan dalam pengumpulan data. Pengumpulan data sekunder, diperoleh melalui studi kepustakaan (pendapat para pakar) berupa data teori yang mendukung pembahasan geladikarya. Jurnal ilmiah lainnya digunakan untuk mendapatkan data tentang produsen maupun produk sejenis secara keseluruhan nasional. Selanjutnya data-data yang terkumpul dikelompokkan menjadi data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif yang dikumpulkan adalah berupa data tentang jumlah pesaing produk sejenis, kapasitas pabrik terpasang serta jumlah distributor. Data kualitatif yang akan. dikumpulkan dan digunakan dalam penelitian ini adalah data tentang sejarah. berdirinya perusahaan, strategi perusahaan, produk-produk yang dihasilkan, pemasaran dan distribusi, standar kualitas dan lingkungan, prospek usaha, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), kebijakan manajemen, struktur organisasi, karakteristik produk serta aliran proses produksi. Data-data yang terkumpul dikuantifikasi dengan Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) dan Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFE). Sedangkan data-data hasil wawancara dengan konsumen dan API diolah dengan cara pengeditan. Hasil kajian diperoleh kompetensi inti yang dimiliki oleh PT. "TJ" saat ini adalah dalam proses pembuatan benang Differential Shrinkage Yarn (DSY) dan keterampilan SDM yang handal dalam membuat disain yang didukung oleh fasilitas studio disain yang canggih. Berdasarkan analisis lingkungan industri tekstil di Indonesia diperoleh hasil: (1) Persaingan dalam industri tekstil cukup ketat, dimana tahun 1996 ada 2421 industri tekstil dan berkurang menjadi 2010 tahun 1997 karena terjadinya krisis moneter. Setelah perekonomian membaik persaingan akan kembali ketat. (2) Hambatan masuk ke industri ini relatif tinggi yang terdiri dari investasi besar serta adanya industri tekstil besar yang berproduksi secara masal. (3) Kekuatan tawar menawar pemasok relatif rendah mempengaruhi pasokan bahan baku untuk PT. "TJ", karena 80 persen pasokan bahan baku berasal dari induk perusahaan PT. "TJ". (4) Kekuatan tawar menawar pembeli relatif tinggi karena pembeli mudah beralih dari satu produk tekstil (merek) ke produk tekstil lain dengan mempertimbangkan kualitas dan harga. (5) Harga produk tekstil polyester lebih murah dibanding tekstil kapas maupun wool, sehingga ancaman produk substitusi relatif kecil. Segmentasi pasar untuk tekstil simphony adalah menengah dan atas, dengan penetapan pasar sasaran pada kelompok usia remaja dan orang dewasa. Produknya diposisikan untuk pakaian resmi, dinas dan santai. Untuk mendukung strategi pemasaran maka diimplikasikan kedalam bauran pemasaran: (1) Strategi Produk: produk tekstil simphony merupakan pemberdayaan kompetensi inti PT. "TJ" yang memiliki beberapa keunggulan diantaranya produk tidak panas, tidak mudah kusut, tidak mengkerut, bahannya halus seperti sutra dan memiliki motif yang beragam. (2) Strategi Harga: kenaikan harga sebesar 40-60 persen pada bulan Agustus 1998 menyebabkan terjadinya penurunan penjualan yang cukup tajam. Oleh karena itu PT. "TJ" harus memberlakukan kenaikan harga bertahap (10-15 persen perbulan atau pertriwulan). (3) Strategi Distribusi:PT. "TJ" membangun beberapa depo pemasaran dibeberapa kota besar Indonesia, seperti di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Ujung Pandang dan Medan. (4) Strategi Promosi: sasaran promosi PT. "TJ" adalah untuk menimbulkan kesadaran, minat yang selanjutnya menimbulkan keinginan dan akhirnya menghasilkan tindakan. Untuk tujuan tersebut promosi yang dilakukan PT. "TJ" menggunakan media massa dan pameran-pameran produk tekstil. Selanjutnya promosi ini harus diikuti dengan promosi di TV dan majalah. Kompetensi inti yang dimiliki oleh PT. "TJ" saat ini dapat ditingkatkan dengan mengadopsi teknologi baru tekstil melalui penambahan mesin-mesin tekstil baru yang lebih canggih serta lebih efisien dan memberikan pendidikan dan pelatihan bagi karyawan sehingga akan meningkatkan kualitas mutu produk yang dihasilkan dan dapat digunakan untuk menjaring pembeli-pembeli potensial yang belum terjaring saat ini. Dari matriks evaluasi internal dan eksternal PT. "TJ" berada dalam. kategori tinggi dalam melakukan respon terhadap faktor eksternal, yaitu sebesar 3,16. Sedang untuk faktor internal PT. "TJ" memiliki kekuatan rata-rata yaitu 2,77. Oleh karena itu salah satu strategi yang dapat dikembangkan adalah melakukan pengembangkan dan penetrasi pasar melalui penambahan jumlah depo pemasaran dibeberapa kota besar Indonesia sambil menjalin hubungan baik dengan para retailer pada kota-kota tersebut (integrasi horizontal). Dari nilai matriks evaluasi internal dan eksternal strategi lain yang dapat dikembangkan adalah melakukan integrasi kedepan yaitu dengan melakukan pengembangan produk tekstil yang dihasilkannya dengan cara membuat garmen dari produk tekstil simphony, sehingga dapat mengoptimalkan kapasitas pabrik terpasang. Dari matriks di atas strategi integrasi kebelakang adalah dengan memantapkan suplai bahan baku (pengembangan HTI dan perkebunan kapas), meningkatkan kegiatan R & D, merekrut tenaga yang terampil dan berpengalaman serta penambahan mesin-mesin baru dan teknologi baru tekstil untuk menghasilkan tekstil dengan kombinasi beberapa bahan (polyester, kapas, viscose dan wool). Untuk mengefektifkan pemasarannya, khususnya dalam hal harga PT. "TJ" sebaiknya mempertimbangkan setiap kenalkan harga yang akan dibuatnya. Kenaikan harga saat ini sebesar 40-60 persen dirasakan cukup memberatkan konsumen. Oleh karena itu sebaiknya PT. "TJ" memberlakukan kenaikan harga yang bertahap setiap bulan atau setiap triwulannya, dengan porsi kenaikan 10- 15 persen perbulannya. Untuk menghindari terjadinya peniruan motif/corak sebaiknya PT. "TJ" membuat motif yang unik sehingga sulit ditiru oleh pesaing. Pembuatan motif/corak yang unik ini dapat dilakukan dengan lebih mengefektifkan penggunakan fasilitas studio disain yang sangat mendukung dalam proses pembuatan disain. Peniruan motif/corak ini sebenarnya merugikan PT. "TJ" karena dengan meniru berarti biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan peniru untuk pembuatan motif menjadi lebih murah sehingga mereka bisa menjual produk lebih murah.PT. "TJ" juga harus mengefektifkan promosi yang dilakukannya saat ini sehingga dapat menjangkau orang banyak dalam usaha memperkenalkan produk berdasarkan manfaatnya. Atribut keunggulannya harus ditonjolkan sebagai uniqe selling proposition (keunikan dari merek yang menyebabkan konsumen membeli produk tekstil simphony dibandingkan dengan merek lain) seperti tidak panas, tidak mudah kusut, tidak mengkerut, halus dan motif/corak yang beragam.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleKajian Pengembangan Kompentensi Inti Guna Meningkatkan Daya Saing Unit Bisnis Strategis Pt. Texmaco Jaya Tbk. Divisi Tekstilid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record