Show simple item record

dc.contributor.advisorSumarwan, Ujang
dc.contributor.advisorSiregar, Hermanto
dc.contributor.authorTambunan, Maria Nurhayati
dc.date.accessioned2024-05-23T09:55:12Z
dc.date.available2024-05-23T09:55:12Z
dc.date.issued1995
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151340
dc.description.abstractGeladikarya ini memiliki tujuan untuk : (1) menelaah pangsa pasar kopi bubuk produksi PT. Ayam Merak dan para pesaingnya, (2) menelaah peluang dan potensi pengembangan pasar kopi bubuk produksi PT. Ayam Merak, dan (3) merekomendasikan seperangkat strategi alternatif yang sesuai dengan kondisi perusahaan dan karakteristik konsumen. Masalah yang dijawab dalam pelaksanaan dan penulisan Laporan Geladikarya ini adalah : Bagaimana karakteristik konsumen, keragaan pangsa pasar, peluang dan potensi pengembangan pasar kopi bubuk produksi PT. Ayam Merak?; Bagaimana keragaan pangsa pasar para pesaingnya dan strategi apa yang dapat dilakukan oleh PT. Ayam Merak dalam melakukan pengembangan pasar guna meningkatkan pangsa pasar produknya? Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan mengumpulkan data sekunder dan data primer. Pengambilan data dilakukan di PT. Ayam Merak, konsumen di beberapa supermarket di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, CIC, dan beberapa Iiteratur pendukung. Pengolahan data dilakukan dengan program komputer DSS untuk menduga pangsa pasar, sedangkan data untuk kebutuhan analisis pasar, karakteristik konsumen dikelola dalam bentuk tabulasi sederhana dan tabulasi silang sesuai dengan kebutuhan analisis. Hasil analisis karakteristik konsumen menunjukkan bahwa di Jakarta Timur, konsumen. utama kopi bubuk adalah golongan umur 26-35 tahun (43,75%), disusul dengan umur 16-25 tahun (25,00%) dan umur 36-45 tahun (22,93%), berpendidikan Perguruan Tinggi/sarjana (68,75%) dan SLTA (20,83%), berpendapatan Rp. 100.001,00- Rp. 1.100.000,00 (72,91 %) dengan pekerjaan karyawan swasta (41,67%), pegawai negeri (18,75%), pelajar dan mahasiswa (18,75%). Sedangkan konsumen potensial adalah umur 16-25 dan 26-35 tahun (masing-masing 22,69%), disusul dengan umur 36-45 tahun (26,92%), berpendidikan Perguruan Tinggi dan Sarjana (69,62%) dan SLTA (25,00%), berpendapatan Rp. 100.001,00-Rp.600.000,00 (42,31 %), Rp. 600.001,00- Rp. 1.100.000,00 (17,31 %) dan dibawah Rp. 100.001,00 (26,92 %), dengan pekerjaan sebagai karyawan swasta (34,62%), pegawai negeri (23,08%), pelajar dan mahasiswa (21,15%). Di Jakarta Selatan, konsumen utama kopi bubuk adalah golongan umur 26-35 tahun (36,07%), disusul dengan umur 36-45 tahun (22,95%) dan umur 16-25 tahun (16,67%), berpendidikan SLTA (39,34%), Perguruan Tinggi/sarjana (37,81 %) dan SLTP (16,39%), berpendapatan Rp. 100.001,00-Rp. 350.000,00 (36,-70%), Rp. 350.001,00-Rp. 1.100.000,00 (42,62%) dengan pekerjaan karyawan swasta (47,54%), ibu rumah tangga (24,59%) dan pegawai negeri (18,03%). Sedangkan konsumen potensial adalah umur 26- 35 (41,02%) dan 16-25 tahun (38,46%), berpendidikan SLTA (64,10%) dan Perguruan tinggi dan Akademi (33,34%), berpendapatan Rp. 100.001,00-Rp.600.000,00 {60,54%), Rp. 600.001,00-Rp. 1.100.000,00 (12,82%), dengan pekerjaan sebagai karyawan swasta (10%).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Pemasaranid
dc.titleAnalisis Strategi Pengembangan Pangsa Pasar Kopi Bubuk PT. Ayam Merak Di Jakarta Timur dan Jakarta Selatanid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordPangsa pasarid
dc.subject.keywordEksporid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record