| dc.description.abstract | Berdasarkan permasalahan yang ada, geladikarya ini dilakukan untuk mengadakan uji coba analisis kebutuhan pelatihan bagi manajer menengah pertama. Dengan basil analisis ini perusahaan dapat mengetahui bagaimana kebutuhlan pelatihan terhadap karyawannya, meng.etahui bagaimana manfaat pelatihan yang selama ini telah dilakukan. Pendekatan yang dipakai adalah dengan menggunakan Training Need Assessment Tool (T-NAT). Data yang dikumpulterdiri dari data Primer dan data Sekunder. Pengumpulan an tata primer dilakukan melalui kuisioner dan wawancara terhadap 23 manajer menengah pertama. Data sekunder diperoleh dari laporan serta peraturan-peraturan perusahaan.
Metode pengolahan data dilakukan dengan pengelompokkan data, sortasi data dan tabulasi. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pelatihan di perusahaan belum diawali dengan Analisis Kebutuhan Pelatihan (AKP)
Berdasarkan analisis manfaat pelatihan terhadap pelatihan yang selama ini telah dilakukan perusahaan, menunjukkan hasilnya cukup bermanfaat, yaitu berada pada Skala3,97 (penilaian oleh peserta) dan 4,13 (penilaian oleh atasan langsung) dari skala maksimal 6. Perbedaan
nilai manfaat ini disebabkan karena peserta pelatihan masih membutuhkan waktu untuk memahami dan mengaplikasikan ilmu dan ketrampilan yang diperoleh dari pelatihan.
Untuk mengantisipasinya, dalam pelaksanaan disarankan untuk melakukan analisis kebutuhan pelatihan sebelurn program pelatihan diadakan dengan tujuan agar sasaran pelatihan sesuai dengan kebutuhan karyawan. Agar pelaksanaan analisis kebutuhan pelatihan lebih mudah dilakukan, disarankan untuk menggunakan T-NAT. T-NAT ini bukan merupakan satu-satunya alat AKP tetapi dalam penggunaannya T-NAT mudah digunakan, dirnana data yang diperoleh dapat dikuantitatifkan serta mengetahui pekerjaan-pekerjaan apa yang perlu dilakukan pelatihan | id |