Show simple item record

dc.contributor.advisorDjohar, Setiadi
dc.contributor.advisorSaptono, Imam Teguh
dc.contributor.authorSantoso, Martinus Heri
dc.date.accessioned2024-05-23T03:47:27Z
dc.date.available2024-05-23T03:47:27Z
dc.date.issued1999
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151140
dc.description.abstractKedelai merupakan sumber kalori dan protein nabati yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia sebagai makanan dan bahan pakan ternak. Sebagai bahan makanan di pulau Jawa terutama digunakan sebagai bahan baku membuat tempe, tahu, sebagian kecil digunakan untuk membuat kecap, tauco, dan makanan lainnya, sehingga dicitrakan sebagai bahan makanan masyarakat ekonomi menengah kebawah. Budidaya kedelai telah lama dikenal di Indonesia, dan bahkan sejak lima tahun terakhir mendapat perhatian dan prioritas dari Departemen Pertanian untuk dikembangkan sebagai bahan makanan lain setelah padi dan jagung, namun sampai saat ini produksi kedelai lokal belum dapat memenuhi kebutuhan didalam negeri. Produksi kedelai secara nasional selama periode 1990-998 berkisar 1,3-1,9 juta ton per-tahun, sedangkan permintaan kedelai berkisar antara 1,8-2,6 juta ton per-tahun, oleh karena itu kebutuhan didalam negeri di pasok dari luar negeri terutama dari Amerika dan China. Jawa Timur sebagai salah satu sentra produksi kedelai di Indonesia, selama periode 1990-1998 produksi setiap tahun berkisar 0,37-0,45 juta ton yang dihasilkan dari 0,3-0,37 juta Ha luas lahan penanaman kedelai, yang berarti merupakan produsen terbesar dengan kontribusi terhadap produksi nasional sebesar 29%-37%. Sementara itu potensi lahan kering yang masih bisa dikembangkan diseluruh propinsi Jawa Timur sebesar 1,1 juta Ha yang terdiri atas; lahan kebun/tegalan, lahan ladang/huma, dan lahan tidur lainnya. Kedelai di propinsi Jawa Timur, dihasilkan dari 29 Kabupaten dan 8 Kota Madya setiap tahun dengan jumlah yang tidak sama bergantung kepada musim, program yang diterapkan pemerintah, dan pengaruh eksternal lainnya. Menurut data BPS, propinsi Jawa Timur, selama sepuluh tahun terakhir rata-rata produksi mengalami penurunan sebesar 0,13% seiring dengan penurunan luas panen. Namun disisi lain, produktivitas kedelai per Ha mengalami kenaikan rata-rata sebesar 0,23%. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleAnalisis Pengaruh Depresiasi Rupiah Terhadap Daya Saring Produksi Kedelai Di Propinsi Jawa Timurid
dc.typeThesisid
dc.subject.keyworddepresiasi rupiahid
dc.subject.keyworddaya saingid
dc.subject.keywordkedelaiid
dc.subject.keywordJawa Timurid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record