Show simple item record

dc.contributor.advisorMaarif, M Syamsul
dc.contributor.advisorPurnomo, Gito
dc.contributor.authorMuliaty, Tuty
dc.date.accessioned2024-05-22T09:13:16Z
dc.date.available2024-05-22T09:13:16Z
dc.date.issued1999
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151032
dc.description.abstractMetode penelitian dilakukan secara deskriptif analisis, dengan mengukur tiga aspek yaitu kinerja pertumbuhan dan pembelajaran, kinerja proses bisnis internal dan kepuasan pelanggan. Data yang dikumpulkan diambil dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada pegawai puskesmas, pejabat struktural dan fungsional terkait serta dari pasien yang datang ke Puskesmas. Sedangkan data sekunder diperoleh dari beberapa sumber pustaka yang berasal dari instansi terkait. Tehnik pengambilan sampel untuk pegawai Puskesmas adalah seluruh populasi, sedangkan untuk pasien secara acak sistematik. Pengolahan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan tabulasi data, teknik rentang kriteria, analisis korelasi dan pembobotan dengan metode Eckenrode. Dari hasil analisis yang dilakukan, maka diperoleh hasil sebagai berikut: 1. Puskesmas Pembina Hasil pengukuran kinerja untuk Puskesmas Pembina secara keseluruhan dalam kategori baik dengan skor total 43. Secara lebih rinci dari masing-masing aspek kinerja, dapat dikelompokkan sebagai berikut: a) kinerja pertumbuhan dan pembelajaran dalam kondisi baik dengan perolehan skor 22; b) kinerja proses bisnis internal baik dengan skor 9; c) kinerja pelanggan sangat baik dengan skor 12. Apabila ditelusuri lebih jauh dari 9 sub variabel yang diukur, ada empat sub variabel dengan kategori agak baik yaitu tingkat produktivitas pegawai, kemampuan sistem informasi, motivasi dan pemberdayaan, dan inovasi. Sub variabel dengan kategori baik ada tiga yaitu tingkat kepuasan kerja, tingkat kemampuan mempertahankan pegawai dan operasi. Sedangkan tingkat kepuasan pelanggan dan kemampuan mempertahankan pelanggan termasuk kategori sangat baik. Lebih lanjut kinerja keseluruhan setelah dibobot dengan metode pembobotan Eckenrode untuk masing-masing sub variabel diperoleh nilai 5,11 Hak cipta milih IPA Uaversio (baik). 2. Puskesmas Kecamatan Pada Puskesmas Kecamatan hasil pengukuran kinerja juga dalam kategori baik dengan skor 40. Apabila ditinjau lebih jauh untuk masing-masing kinerja sebagai berikut: a) kinerja pertumbuhan dan pembelajaran agak baik dengan skor 21; b) kinerja proses bisnis internal baik dengan skor 9; c) kinerja pelanggan baik dengan perolehan skor 10. Kemudian jika dilihat dari masing-masing sub variabel dari 9 sub variabel 5 dalam kategori agak baik yaitu tingkat produktivitas pegawai, tingkat kemampuan mempertahankan pegawai, kemampuan sistem informasi, motivasi dan pemberdayaan. Sedangkan tingkat kepuasan pegawai, inovasi, tingkat kepuasan pelanggan dan kemampuan mempertahankan pelanggan dalam keadaan baik. Selanjutnya dari kinerja keseluruhan setelah dilakukan pembobotan untuk masing-masing sub variabel dengan teknik pembobotan Eckenrode diperoleh nilai 4,62 (baik). 3. Puskesmas Kelurahan Kinerja Puskesmas Kelurahan secara keseluruhan baik dengan skor total 41. Untuk masing-masing kinerja dapat dirinci sebagai berikut: a) kinerja pertumbuhan dan pembelajaran baik dengan skor 22; b) kinerja proses bisnis internal agak baik dengan jumlah skor 8; c) kinerja pelanggan sangat baik dengan perolehan skor 11. Dari 9 sub variabel yang diukur yang berada dalam kondisi dst...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.titlePengembangan Sistem Pengukuran Kinerja Puskesmas Dengan Pendekatan Balanced Scorecardid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordPuskesmasid
dc.subject.keywordBalanced Scorecardid
dc.subject.keywordPengukuran kinerjaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record