Kajian Manajemen Pengendalian Mutu Pt.Sinar Meadaw Internasional Indonesia
View/ Open
Date
1999Jenis/Type
ThesisAuthor
Tobing, Emerald Garnet M
Basith, Abdul
Hermawan, Aji
Metadata
Show full item recordAbstract
Dengan meningkatnya persaingan pasar terutama menghadapi era pasar bebas, produksi minyak goreng dalam negeri harus berusaha menjaga mutu produknya agar sesuai dengan tuntutan konsumen. Apalagi menghadapi kemungkinan adanya produk subtitusi yang juga mempunyai tujuan menciptakan lapangan kerja, menghasilkan devisa negara dengan melakukan ekspor dan menciptakan produk untuk kebutuhan dalam negeri, serta untuk mengurangi pemakaian impor.
PT. Sinar Meadow Internasional Indonesia, sebagai salah satu perusahaan pengolahan minyak goreng yang terbesar di Indonesia, selain itu perusahaan juga memproduksi berbagai macam produk margarin, shortening berkualitas ke pabrik- pabrik dan bakeri-bakeri di Indonesia, disamping hotel, restoran, catering dan sektor fast food.
Komitmen perusahaan untuk menjadi yang terunggul dalam semua aspek manufacturing, pelayanan konsumen, penyediaan barang dan pemasaran adalah mutlak, dan merupakan tujuan perusahaan untuk selalu memberikan produk yang konsisten berkualitas bagi seluruh konsumen baik di dalam maupun di luar negeri (ekspor) dalam wilayah Asia Pasifik dan Timur Tengah. Kapasitas produksi perusahaan pada proses continous refinery, RBDPO yang dihasilkan sebanyak 72 000 ton per tahun, proses batch refinery (Fraksinasi) RBDPO sebanyak 43 000 ton per tahun menghasilkan RBD Olein sebanyak 28 000 ton per tahun dan RBD stearin sebanyak 15 000 ton per tahun, sedangkan pada packing room total kapasitas mencapai 85 000 ton per tahun.
Kunci sukses industri pengolahan minyak goreng akan terletak pada produk yang dihasilkan yaitu: mutu, prokdutivitas yang tinggi, pengiriman yang tepat waktu, dan harga yang bersaing. Mutu dalam penelitian ini didefinisikan sebagai sesuatu karakteristik tertentu yang terdapat pada minyak goreng (RBD Olein) sesuai keinginan perusahaan berdasarkan selera konsumen dan pertimbangan ekonomisnya. Untuk mendukung hak tersebut dalam menghasilkan suatu produk yang bermutu, tidak cukup hanya mengendalikan mutu bahan baku saja tetapi juga teknologi operasi dan produksi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam usaha pencapaian konsistensi mutu, perusahaan telah melaksanakan pengendalian mutu dalam proses produksi mulai dari bahan baku (CPO), produk setengah jadi (RBDPO), sampai produk akhir (RBD Olein). Pengendalian mutu dilaksanakan oleh petugas quality control di laboratorium dipimpin oleh kepala bagian laboratorium yang memeriksa mutu bahan baku sampai menjadi produk yang siap dikemas. dst...
Collections
- MF - Business [4187]

