Show simple item record

dc.contributor.advisorKinseng, Rilus A
dc.contributor.advisorFausia, Lusi
dc.contributor.authorSimamora, Rumintang
dc.date.accessioned2024-05-21T02:08:33Z
dc.date.available2024-05-21T02:08:33Z
dc.date.issued1997
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/150760
dc.description.abstractDari Pelita I hingga Pelita V, terjadi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia dengan perolehan devisa yang juga meningkat. Laju pertumbuhan jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia selama Pelita I sampai Pelita V sebesar 101,75% per Pelita dan laju pertumbuhan perolehan devisa sebesar 235,31% per Pelita (Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi, 1994). Wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Tapanuli Utara umumnya mengunjungi obyek wisata yang ada di Danau Toba tepatnya di Kecamatan Simanindo, Pulau Samosir. Arus kunjungan wisman ke Tapanuli Utara selama tahun 1991 1996 mengalami peningkatan dengan laju pertumbuhan 12,00 % per tahun. Sedangkan arus kunjungan wisatawan nusantara selama periode tahun yang sama mengalami penurunan dengan laju pertumbuhan (-6,22%) per tahun. Pengembangan pariwisata tentu membawa pengaruh sosial ekonomi dan budaya bagi masyarakat di daerah tujuan wisata Danau Toba khususnya nelayan dan petani ikan. Pengaruh tersebut bisa bersifat positif bisa juga bersifat negatif. Namun demikian, sejauh mana pengaruh pariwisata tersebut bagi kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat nelayan dan petani ikan di daerah tujuan wisata Danau Toba masih belum diketahui secara pasti dan mendalam. Oleh sebab itu, masalah ini menjadi menarik dan penting untuk diteliti. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKondisi pariwisata dan pengaruhnya terhadap sosial ekonomi dan budaya masyarakat nelayan dan petani ikan pulau Samosirid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record