Show simple item record

dc.contributor.advisorNotodiputro, Khairil Anwar
dc.contributor.advisorMattjik, Ahmad Ansori
dc.contributor.advisorKasenda, Piay Leopold
dc.contributor.authorKusnadi, Hartati
dc.date.accessioned2024-05-20T23:55:40Z
dc.date.available2024-05-20T23:55:40Z
dc.date.issued1985
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/150690
dc.description.abstractPeningkatan pendapatan petani melalui peningkatan produksi padi dengan jalan memperluas lahan sulit dilaksanakan, cara lain ialah dengan jalan penggunaan tehnologi pertanian yang tepat yaitu dengan menerapkan program kemasan panca usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menduga suatu hubungan fungsi antara produksi padi sawah dengen faktor- faktor produksinya, suatu fungsi yang diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam usaha mencari kombinasi faktor froduksi padi sawah yang menguntungkan petani. Konsep keelastisan faktor-faktor produksi digunakan sebagai dasar penelitian masukkan korbanan yang digunakan. Rata-rata produksi dan rata-rata pendapatan per hektar digunakan sebagai dasar penilaian keefisienan jenis intensifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis Intensifikasi Inmum Inmas adalah yang paling efisien dibanding jenis Intensifikasi lainnya, selanjutnya Intensifikasi Bimas dan jenis Non Intensifikasi adalah jenis tensifikasi yang tidak efisien. Berdasarkan nilai elastisitas maka pada jenis Non Intensifikasi pertambahan luas panen, jumlah pekerja tak dibayar, dan jumlah pekerja dibayar, diramalkan akan menaikkan produksi, tetapi pertambahan bibit akan menurunkan kan produksi. Pada Insus Bimas, pertambahan bibit diramalkan akan menaikkan produksi, tetapi pertambahan insektisida akan menurunkan produksi. Pada Insus Inmas adanya pertambahan kuantitas pupuk, luas panen, diramalkan akan menaikkan produksi. Pada Inmum Bimas, pertambahan pekerja dibayar dan luas panen diramalkan akan menaikkan produksi. Pada Inmum Inmas adanya pertambahan luas panen, kuantitas pupuk, kuantitas bibit, pekerja di bayar, dan kuantitan insektisida, diramalkan akan menaikkan produksi. Model fungsi yang sesuai dengan data yang ada, untuk jenis-jenis Non Intensifikasi, Insus Bimas, Insus Inmas, dan Inmum Bimas adalah model fungsi Linear tetapi untuk Inmum Inmas adalah model fungsi. Cobb-Douglas.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcKeefisienan Usaha Tani Produksi Padi Sawah Intensifikasi di Daerah Istimewa Yogyakartaid
dc.titleKeefisienan Usaha Tani Produksi Padi Sawah Intensifikasi di Daerah Istimewa Yogyakartaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record