Show simple item record

dc.contributor.advisorDiatin, Iis
dc.contributor.advisorKusumastanto, Tridoyo
dc.contributor.authorAde, Abreini
dc.date.accessioned2024-05-20T02:44:37Z
dc.date.available2024-05-20T02:44:37Z
dc.date.issued1998
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/150536
dc.description.abstractUdang merupakan komoditas ekspor utama bagi Indonesia selain kopi, dengan kontribusi sebesar 35% dari total ekspor pertanian. Berdasarkan komoditas perikanan Indonesia, pada tahun 1987-1995 urutan ekspor udang berada di peringkat pertama. tetapi tahun 1996 mengalami penurunan karena adanya penurunan permintaan dari negara-negara pengimpor. Sebagai salah satu komoditas ekspor non migas Indonesia, udang diekspor dalam berbagai bentuk, diantaranya berupa produk olahan beku atau frozen shrimp. Pada tahun 1991-1996 ekspor udang beku Indonesia telah dilaksanakan ke berbagai negara tujuan, dengan ekspor terbesar ke Jepang, Amerika Serikat dan Singapura. Pada tahun 1994 dan 1995, ekspor udang beku ke Jepang mengalami peningkatan sebesar 74,50 juta US$ dan 839,20 juta US$, tetapi tahun 1996 menurun sebesar -65,50 juta USS. Udang beku tersebut sebagian besar diekspor dari Jawa Timur (21,00 juta ton/21,20%) dari total ekspor pertanian Indonesia. PT. Modern Sinar Jayantara yang telah berdiri sejak tahun 1983, merupakan salah satu perusahan ekspor udang beku di Surabaya, Jawa Timur yang berperan sebagai penyumbang ekspor bagi Jawa Timur khususnya dan Indonesia umumnya dengan perkembangan rata-rata -9,71% dalam volume dan -9,84% dalam nilai. Melihat perkembangan ekspor perusahaan yang cenderung menurun tiap tahun. maka harus dicari terobosan dalam pengembangan bisnis karena dihadang oleh ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi bisnis ekspor udang beku pada PT.Modern Sinar Jayantara di Surabayaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record