Show simple item record

dc.contributor.advisorSutardi, Toha
dc.contributor.advisorSigit, Nur Aeni
dc.contributor.authorToharmat, Toto
dc.date.accessioned2024-04-26T03:01:00Z
dc.date.available2024-04-26T03:01:00Z
dc.date.issued1982
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147466
dc.description.abstractSalah satu masalah dalam usaha peternakan adalah pem- berian makan. Sampai saat ini belum ada panduan pemberian makan yang layak dengan kondisi sapi dan lingkungan yang ada. Dalam panduan pembe pemberian makan, bobot hidup merupakan dasar pemberian makan, sedangkan peternak pada umumnya tidak mengetahui bobot yang sebenarnya. Oleh karena itu diperlu- kan tolok ukur lain yang lebih mudah digunakan peternak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rumus pen- duga bobot dan menduga jumlah pemberian bahan kering, energi dan protein sesuai dengan kebutuhan pada kondisi faali yang berlainan. Untuk memperoleh rumus penduga bobot digunakan 25 ekor sapi tanpa membedakan umur dan jenis kelamin. Parameter yang diukur adalah lingkar dada dan bobot. Selanjutnya rumus tersebut digunakan untuk menilai pemberian makan pada 28 ekor sapi laktasi yang terdiri atas sembilan ekor sapi impor dan 19 ekor sapi setempat. Sapi dibedakan menurut bulan laktasi dan kali beranak. Parameter yang diukur adalah lingkar dada, produksi susu, pemberian hijauan dan konsentrat. Lingkar dada erat hubungannya dengan bobot. Hubungan ini digambarkan dengan rumus : W = 8.1442 0.022296 LD e W bobot hidup (kg); LD = lingkar dada (cm), dengan koefisien korelasi.r = 0.98. Penggunaan rumus Schoorl menghasilkan bobot dugaan yang tidak berbeda nyata dengan bobot sebenarnya. Produksi susu berhubungan erat dengan bulan laktasi yang dapat dinyatakan sebagai berikut: L = S 12.690 0.90933 L, S produksi susu (kg); bulan laktasi, koefisien korelasi r= 0.62. Produksi susu bulan berikutnya cenderung turun menjadi 86 93% dari - rataan produksi bulan sebelumnya. Pemberian bahan kering digambarkan dengan rumus umum: BK/WS a b WS, BK= hidup (kg); S bahan kering (kg); W = bobot produksi susu (kg). Persamaan pemberian...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEvaluasi Pemberian Makan Pada Sapi Laktasi Berdasarkan Kondisi Faalinyaid
dc.titleEvaluasi Pemberian Makan Pada Sapi Laktasi Berdasarkan Kondisi Faalinyaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record