Perencanaan Sistem Teras Berdasarkan Sifat Fisik Tanah dan Curah Hujan di Kebun Grati Agung, Pasuruan
Abstract
Sistim teras merupakan salah satu dari beberapa tek- nik pola pengawetan tanah dan air, didalam usaha untuk meningkatkan produktivitas lahan serta untuk pelestarian sumber daya alam. Terdapat beberapa macam teras, dan se- cara garis besar dibedakan menjadi dua bagian, yaitu te- ras berdasar lebar (broadbase terrace) dan teras bangku (bench terrace).
Agar biaya pembuatan teras tersebut dapat ditekan sekecil mungkin dan agar tidak terjadi pengurangan luas lahan yang terlalu merugikan karena adanya tanah yang ha- rus digali atau ditimbun pada proses pembuatan teras ter- sebut, diperlukan perencanaan yang tepat sebelum pembuat- an teras dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dimensi ukuran bagian-bagian teras yang optimal serta tata letak teras berdasarkan pada keadaan sifat fisik tanah dan cu- rah hujan di lokasi penelitian. Disamping itu, juga meng- analisa keefektifan pembuatan sistim teras yang telah di- lakukan oleh P.T. Kebun Grati Agung, Grati Pasuruan.
Diperoleh hasil bahwa sistim teras masih dapat diterapkan pada lereng yang mempunyai kemiringan sampai dengan 42 persen. Sedangkan di atas kemiringan tersebut, disarankan untuk tak dibuat teras.
Teras berdasar lebar masih dapat diterapkan pada kemiringan lereng asal yang tidak melebihi 10 persen. Se- dangkan untuk kemiringan lereng asal yang bernilai antara 10 persen sampai dengan 42 persen, masih dapat diterapkan teras bangku. Teras bangku bertingkat dengan tampingan berumput, dapat dibuat pada kemiringan antara 11 persen sampai dengan 19 persen. Sedangkan pada kemiringan 20 persen sampai dengan 42 persen, masih layak diterapkan teras bangku bertingkat dengan dinding batu…dst
