Show simple item record

dc.contributor.advisorWaluyo, Djoko
dc.contributor.authorAlim, M. Barrul
dc.date.accessioned2024-04-25T08:12:10Z
dc.date.available2024-04-25T08:12:10Z
dc.date.issued1990
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147394
dc.description.abstractMeningkatnya harga pakan ternak belakangan ini, secara ekonomis menyebabkan produk yang dihasilkan dari peternakan sudah tidak menguntungkan dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkannya. Maka untuk tetap memacu dunia peternakan dirasa perlu untuk mencari jenis makanan baru yang mempunyai nilai gizi yang baik tetapi dengan harga yang murah. Makanan baru yang dapat memenuhi dua kriteria di atas antara lain adalah cacing tanah (Waluyo et al., 1990). Di samping itu adanya pemotongan sapi dan kerbau yang cukup banyak di DKI Jakarta, yaitu masing-masing 161.332 dan 9.831 ekor per tahun (Dinas Peternakan DKI, 1989), merupakan masalah baru yang akan menimbulkan pencemaran lingkungan apabila limbah isi rumen dari pemotongan tersebut tidak dikelola dengan baik. Limbah isi rumen sapi dan kerbau mempunyai nilai makanan yang cukup tinggi, mengandung protein kasar masing-masing 9.63 dan 7.37% (Sihombing dan Simamora, 1972). Kandungan protein demikian masih cukup baik untuk membudidayakan cacing tanah. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcStudi budidaya cacing tanah eisenia foetida ( Sav.) guna menanggulangi limbah hayati di bambu apus, DKI Jakartaid
dc.titleStudi budidaya cacing tanah eisenia foetida ( Sav.) guna menanggulangi limbah hayati di bambu apus, DKI Jakartaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record