Show simple item record

dc.contributor.advisorAmrullah, Ibnu Katsir
dc.contributor.advisorAhmad, Baihaqi H.
dc.contributor.authorSuryono
dc.date.accessioned2024-04-24T08:11:42Z
dc.date.available2024-04-24T08:11:42Z
dc.date.issued1983
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147227
dc.description.abstractPenelitian ini dilakukan di Bagian Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Unggas Fakultas Peternakan, Institut Per- tanian Bogor selama 9 minggu dari tanggal 26 Maret sam- pai tanggal 26 Mei 1983. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penga- ruh tingkat kesesuaian protein dan energi yang digunakan dalam ransum ayam kampung selama periode pertumbuhan de- ngan bahan dasar tepung gaplek dan daun singkong. Percobaan yang dilakukan dalam penelitian ini me- rupakan percobaan rancangan acak lengkap pola faktorial 3 x 3 dengan dua ulangan, setiap ulangan terdiri atas 6 ekor ayam. Ayam kampung yang digunakan berjumlah 108 ekor anak ayam yang berumur kurang lebih 1 minggu dengan bobot badan 48.33 10.33 gram, yang diperoleh oleh dari dae- rah di sekitar Bogor. Ransum yang digunakan dalam percobaan terdiri atas 9 perlakuan dengan 2 faktor. Kombinasi perlakuan per terdi- ri dari 3 macam tingkat protein yaitu 14%, 16%, 18% dan 3 macam tingkat energi 2 450 kkal, 650 kkal, dan 2 2 850 kkal per kg ransum. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa tingkat energi berpengaruh nyata (P ≤ 0.05) terhadap pertambahan bobot badan, tetapi tidak berpengaruh terhadap mortali- tas, konsumsi dan nisbah tukar ransum. Tingkat protein dan interaksi antara tingkat energi dan protein tidak berpengaruh terhadap parameter yang diukur. Ayam kam- pung dengan penampilan yang ada membutuhkan masukan e- nergi dan protein sedikit. Potensi genetik yang rendah nampaknya membuat ayam kampung tidak mengkonsumsi mele- bihi kebutuhan. Pertambahan bobot badan dan konsumsi ransum tertinggi pada tingkat energi 2 450 kkal/kg de- ngan tingkat protein 18% dan nisbah tukar ransum yang paling kecil pada tingkat energi dan protein yang sama. Mortalitas selama penelitian 15.74 persen, pembedah- an post mortem memperlihatkan degenerasi hati, nekrosa hati, nephrosis, kelemahan jantung, oedema subcutan, vis- ceral dan articular gout, disamping terserang Syngamus trachealis (penyakit cacing ascaris). Nilai selisih pendapatan dengan biaya ransum paling tinggi o 26.544 dicapai oleh ayam kampung yang menerima ransum dengan tingkat energi 2 450 kkal dan protein 18% serta mengan- dung bahan dasar ransum dari tepung gaplek 40 persen.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh tingkat Protein Dan Energi Pada Penampilan Ayam Kampungid
dc.titlePengaruh tingkat Protein Dan Energi Pada Penampilan Ayam Kampungid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record