| dc.description.abstract | Usaha peningkatan produksi ayam pedaging dapat ditem- pun dengan cara memilih bibit yang baik, ransum yang tepat dan tatalaksana yang baik. 2 Peningkatan efisiensi penggunaan ransum dapat ditem-
puh antara lain dengan memperhitungkan imbangan kalori dan
protein yang tepat dan penggunaan bentuk fisik ransum yang
sesuai.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempe- lajari pengaruh penggunaan berbagai bentuk fisik ransum yaitu Mash (M), Crumble (C) dan Pellet (P) terhadap per- forman ayam pedaging.
Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah. Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan bentuk fisik ransum. Masing-masing perlakuan dilakukan ulangan seba- nyak limakali. Lama penelitian selama tujuh minggu yang dimulai tanggal 29 September sampai dengan 17 Nopember 1984.
Hasil yang diperoleh sebagai berikut: Pertambahan bobot badan tiap minggu per ekor 247.17 gram (M), 253.71 gram (C) dan 236.63 gram (P), Rata-rata konsumsi tiap minggu per ekor 470.91 gram (M), 497.70 gram (C) dan 499.59 gram (P). Rata-rata konversi 1.85 (M), 1.93 (C) dan 2.06 (P). Bobot akhir yang dicapai 1785.39 gram (M), 1833.46 gram (C) dan 1702.75 gram (P). Konsumsi air rata- rata tiap minggu per ekor 1358.44 ml (M), 1427.10 ml (C) dan 1367.88 ml (P). Mortalitas yang terjadi selama pane- litian sebesar 2.5 persen.
Hasil analisa statistik pada pertambahan bobot badan
untuk ransum P dan C tidak nyata berbeda bila dibandingkan
dengan ransum M. Bentuk ransum P bila dibandingkan dengan
ransum C berbeda nyata (P/ 0.05). Konsumsi ransum pada
ransum M bila dibandingkan dengan ransum P atau C nyata berbeda (P0.05). tetapi ransum C dan P tidak memperlihat- kan perbedaan yang nyata. Konversi ransum C bila diban- dingkan dengan ransum Matau P tidak memberikan perbedaan. nyata. Ransum M berpengaruh sangat nyata (P/0.01) tertia- dap ransum P. Bobot akhir pada ransum M tidak nyata ber- beda terhadap ransum Patau C, tetapi ransum P memberikan pangaruh sangat nyata (P0.01) bila dibandingkan dengan ransum C... | id |