Show simple item record

dc.contributor.advisorAnggorodi, R
dc.contributor.advisorHerman, Rachmat
dc.contributor.authorAziz, Azniyetti
dc.date.accessioned2024-04-23T06:53:22Z
dc.date.available2024-04-23T06:53:22Z
dc.date.issued1985
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/146973
dc.description.abstractUsaha peningkatan produksi ayam pedaging dapat ditem- pun dengan cara memilih bibit yang baik, ransum yang tepat dan tatalaksana yang baik. 2 Peningkatan efisiensi penggunaan ransum dapat ditem- puh antara lain dengan memperhitungkan imbangan kalori dan protein yang tepat dan penggunaan bentuk fisik ransum yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempe- lajari pengaruh penggunaan berbagai bentuk fisik ransum yaitu Mash (M), Crumble (C) dan Pellet (P) terhadap per- forman ayam pedaging. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah. Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan bentuk fisik ransum. Masing-masing perlakuan dilakukan ulangan seba- nyak limakali. Lama penelitian selama tujuh minggu yang dimulai tanggal 29 September sampai dengan 17 Nopember 1984. Hasil yang diperoleh sebagai berikut: Pertambahan bobot badan tiap minggu per ekor 247.17 gram (M), 253.71 gram (C) dan 236.63 gram (P), Rata-rata konsumsi tiap minggu per ekor 470.91 gram (M), 497.70 gram (C) dan 499.59 gram (P). Rata-rata konversi 1.85 (M), 1.93 (C) dan 2.06 (P). Bobot akhir yang dicapai 1785.39 gram (M), 1833.46 gram (C) dan 1702.75 gram (P). Konsumsi air rata- rata tiap minggu per ekor 1358.44 ml (M), 1427.10 ml (C) dan 1367.88 ml (P). Mortalitas yang terjadi selama pane- litian sebesar 2.5 persen. Hasil analisa statistik pada pertambahan bobot badan untuk ransum P dan C tidak nyata berbeda bila dibandingkan dengan ransum M. Bentuk ransum P bila dibandingkan dengan ransum C berbeda nyata (P/ 0.05). Konsumsi ransum pada ransum M bila dibandingkan dengan ransum P atau C nyata berbeda (P0.05). tetapi ransum C dan P tidak memperlihat- kan perbedaan yang nyata. Konversi ransum C bila diban- dingkan dengan ransum Matau P tidak memberikan perbedaan. nyata. Ransum M berpengaruh sangat nyata (P/0.01) tertia- dap ransum P. Bobot akhir pada ransum M tidak nyata ber- beda terhadap ransum Patau C, tetapi ransum P memberikan pangaruh sangat nyata (P0.01) bila dibandingkan dengan ransum C...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh berbagai bentuk fisik ransum terhadap performan ayam pedagingid
dc.titlePengaruh berbagai bentuk fisik ransum terhadap performan ayam pedagingid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record