Show simple item record

dc.contributor.advisorPanjaitan, James Parlindungan
dc.contributor.advisorAgus, Syamsul Bahri
dc.contributor.authorQirani, Jasmine Fikrinda
dc.date.accessioned2024-04-21T23:35:25Z
dc.date.available2024-04-21T23:35:25Z
dc.date.issued2024-04
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/146533
dc.description.abstractUjung Genteng memiliki keanekaragaman laut yang cukup tinggi, terdapat ekosistem terumbu karang, padang lamun, dan mangrove yang menjadi tempat hidup bagi berbagai biota laut. Habitat bentik perairan laut dangkal berpotensi mengalami perubahan akibat aktivitas manusia yang tidak terkendali dan terjadinya faktor alam. Pemantauan perubahan habitat bentik melalui analisis spasial dan temporal dapat dilakukan menggunakan teknologi pengindraan jauh. Penelitian ini bertujuan memetakan habitat bentik dan mengetahui akurasinya di sekitar perairan Ujung Genteng menggunakan klasifikasi berbasis piksel dengan metode maximum likelihood yang termasuk dalam supervised classification dan mengkaji perubahan habitat bentik secara spasial pada tahun 2017, 2020 dan tahun 2023. Citra Sentinel 2A, Sentinel-2B, dan data lapang digunakan pada proses pengolahan citra, yang meliputi koreksi radiometrik yaitu koreksi atmosferik, cropping, masking, transformasi citra menggunakan DII, dan klasifikasi citra. Hasil pemetaan diperoleh 5 kelas habitat bentik yaitu DCA, Karang, Lamun, Makroalga dan Pasir. Akurasi keseluruhan sebesar 70,49%, dan keakuratan interpretasi citra termasuk kategori baik dengan nilai koefisien kappa 0,619. Analisis spasial temporal yang dilakukan pada data citra satelit Sentinel-2 tahun 2017, 2020, 2023, menampilkan perubahan luasan pada masing-masing habitat bentik. Total perubahan terbesar terjadi pada penambahan luasan kelas pasir sebesar 8,92 Ha dan pengurangan luasan kelas makroalga sebesar 22,89 Ha.id
dc.description.abstractUjung Genteng was a remarkable place known for its rich marine diversity, encompassing coral reefs, seagrass, and mangrove ecosystems that provided various marine biota habitats. However, uncontrolled human activities and natural factors could cause changes in benthic habitats in shallow marine waters. Remote sensing technology could monitor these changes through spatial and temporal analysis. This study aimed to map benthic habitats in Ujung Genteng waters and determine their accuracy using a pixel-based classification method with maximum likelihood supervised classification. The study also examined the spatial changes in benthic habitats in 2017, 2020, and 2023. The image processing techniques included radiometric correction, atmospheric correction, cropping, masking, image transformation using DII, image classification using Sentinel-2A and Sentinel-2B, and field data. The mapping results had identified five benthic habitat classes: DCA, coral, seagrass, macroalgae, and sand. The results were highly accurate, with an overall accuracy of 70,49% and an excellent image interpretation accuracy, with a kappa coefficient value of 0,619. By analyzing Sentinel-2 satellite image data in 2017, 2020, and 2023, we could observe changes in the area of each benthic habitat. The most significant real change was the addition of 8,92 hectares of sand class area and the reduction of 22,89 hectares of macroalgae class area.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Perubahan Luasan Habitat Bentik Perairan Dangkal Menggunakan Citra Sentinel-2 di Pesisir Ujung Genteng, Sukabumiid
dc.title.alternativeAnalysis of Changes in Shallow Water Benthic Habitat Area using Sentinel-2 Imagery on the Ujung Genteng Coast, Sukabumiid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordMaximum likelihoodid
dc.subject.keywordUjung Gentengid
dc.subject.keywordHabitat Bentikid
dc.subject.keywordRemote Sensingid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record