Analisis Perubahan Luasan Habitat Bentik Perairan Dangkal Menggunakan Citra Sentinel-2 di Pesisir Ujung Genteng, Sukabumi
Date
2024-04Author
Qirani, Jasmine Fikrinda
Panjaitan, James Parlindungan
Agus, Syamsul Bahri
Metadata
Show full item recordAbstract
Ujung Genteng memiliki keanekaragaman laut yang cukup tinggi, terdapat
ekosistem terumbu karang, padang lamun, dan mangrove yang menjadi tempat
hidup bagi berbagai biota laut. Habitat bentik perairan laut dangkal berpotensi
mengalami perubahan akibat aktivitas manusia yang tidak terkendali dan terjadinya
faktor alam. Pemantauan perubahan habitat bentik melalui analisis spasial dan
temporal dapat dilakukan menggunakan teknologi pengindraan jauh. Penelitian ini
bertujuan memetakan habitat bentik dan mengetahui akurasinya di sekitar perairan
Ujung Genteng menggunakan klasifikasi berbasis piksel dengan metode maximum
likelihood yang termasuk dalam supervised classification dan mengkaji perubahan
habitat bentik secara spasial pada tahun 2017, 2020 dan tahun 2023. Citra Sentinel 2A, Sentinel-2B, dan data lapang digunakan pada proses pengolahan citra, yang
meliputi koreksi radiometrik yaitu koreksi atmosferik, cropping, masking,
transformasi citra menggunakan DII, dan klasifikasi citra. Hasil pemetaan diperoleh
5 kelas habitat bentik yaitu DCA, Karang, Lamun, Makroalga dan Pasir. Akurasi
keseluruhan sebesar 70,49%, dan keakuratan interpretasi citra termasuk kategori
baik dengan nilai koefisien kappa 0,619. Analisis spasial temporal yang dilakukan
pada data citra satelit Sentinel-2 tahun 2017, 2020, 2023, menampilkan perubahan
luasan pada masing-masing habitat bentik. Total perubahan terbesar terjadi pada
penambahan luasan kelas pasir sebesar 8,92 Ha dan pengurangan luasan kelas
makroalga sebesar 22,89 Ha. Ujung Genteng was a remarkable place known for its rich marine diversity,
encompassing coral reefs, seagrass, and mangrove ecosystems that provided
various marine biota habitats. However, uncontrolled human activities and natural
factors could cause changes in benthic habitats in shallow marine waters. Remote
sensing technology could monitor these changes through spatial and temporal
analysis. This study aimed to map benthic habitats in Ujung Genteng waters and
determine their accuracy using a pixel-based classification method with maximum
likelihood supervised classification. The study also examined the spatial changes in
benthic habitats in 2017, 2020, and 2023. The image processing techniques
included radiometric correction, atmospheric correction, cropping, masking, image
transformation using DII, image classification using Sentinel-2A and Sentinel-2B,
and field data. The mapping results had identified five benthic habitat classes: DCA,
coral, seagrass, macroalgae, and sand. The results were highly accurate, with an
overall accuracy of 70,49% and an excellent image interpretation accuracy, with a
kappa coefficient value of 0,619. By analyzing Sentinel-2 satellite image data in
2017, 2020, and 2023, we could observe changes in the area of each benthic habitat.
The most significant real change was the addition of 8,92 hectares of sand class area
and the reduction of 22,89 hectares of macroalgae class area.
