| dc.description.abstract | Ampas tebu merupakan salah satu limbah perindustrian yang memiliki potensi cukup besar sebagai alternatif pengganti hijauan pakan ternak mengingat kandungan seratnya yang tinggi. Akan tetapi nilai gizi yang rendah dan ikatan lignoselulosa yang kuat merupakan pembatas utama dalam pemanfaatannya. Hal tersebut sebenarnya dapat ditanggulangi dengan pengolahan. Namun demikian sejauh mana efektifitas cara penanggulangannya masih perlu dilakukan penelitian-penelitian. tersebut, Dalam penelitian ini dilakukan pengolahan biologis terhadap ampas tebu.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana manfaat pengolahan biologis dengan cara fermentasi menggunakan jamur Pleurotus ostreatus ampas tebu, dilihat dari kegunaannya di dalam rumen vitro. pada in
Penelitian ini dilakukan di laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak pada tahap fermentasi dan pada tahap analisa dilakukan di laboratorium Ruminologi, Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, mulai bulan Mei sampai bulan Oktober 1990.
Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan lama fermentasi yaitu 0, 2, 4 dan 6 minggu dengan 3 ulangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama tidak berpengaruh nyata terhadap koefisien kering (KCBK), tetapi nyata (P fermentasi cerna bahan 0.05) menurunkan koefisien cerna bahan organik (KCВО) dimana pada fermentasi 2 minggu nilai KCBO nyata (P < 0.05) lebih tinggi dibandingkan dengan nilai KCBO ampas tebu yang tidak difermentasi. Pada fermentasi 2 minggu terjadi kenaikan persentase serat kasar dan lignin sedangkan pada fermentasi 4 minggu, persentase serat kasar dan lignin cenderung menurun. Lama fermentasi sangat nyata (P < <
0.01) meningkatkan produksi amonia dan asam lemak atsiri... | id |