Show simple item record

dc.contributor.advisorSapei, Asep
dc.contributor.authorMuchdir, Afif Fariqoh
dc.date.accessioned2024-04-19T02:21:31Z
dc.date.available2024-04-19T02:21:31Z
dc.date.issued1992
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/146428
dc.description.abstractPada tanah sawah, kondisi tidak jenuh terutama terjadi pada fase pematangan padi dan bila sawah dipakai untuk tanaman palawija. Keadaan ini menyebabkan ketersediaan air tanah yang diperlukan tumbuhan sangat bergantung pada pergerakan air dalam tanah yang dalam hal ini bergantung pada sifat konduktivitas hidrolika tidak jenuhnya. Penelitian ini menghubungkan sifat konduktivitas hidrolika tidak jenuh terhadap kadar air, walaupun menurut Hillel (1980) hubungan antara konduktivitas hidrolika dengan air hanya hipotesis karena sebenarnya tidak ada fisik yang mendasarinya. Hasil dari penelitian yang menggunakan dua metoda, yaitu "instantaneous profile" dan serapan horisontal antara konduktivitas hidrolika dengan kadar air memakai persamaan k = a ob dimana a dan b adalah konstanta empirik yang dicari dengan metoda kuadrat terkecil. Persamaan antara kondukti- vitas hidrolika dengan kadar air untuk metoda "instantaneous profile" berturut-turut lapisan I (kedalaman 0-20 cm dari permukaan tanah), II (kedalaman 21-40 cm dari permukaan tanah) dan III (kedalaman 41-60 cm dari permukaan tanah) adalah k = 8.377E-6 1.457E-6 * 06.499, k 5.152E-668.004 dan k * 08.505. Sedangkan untuk metoda serapan horisontal, berturut-turut lapisan I, II dan III adalah k = =..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcKonduktivitas hidrolika tanah sawah kondisi tidak jenuh, jenis tanah latosol Darmaga, Bogorid
dc.titleKonduktivitas hidrolika tanah sawah kondisi tidak jenuh, jenis tanah latosol Darmaga, Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record