Show simple item record

dc.contributor.advisorYamin, Mad
dc.contributor.authorPutranto, Manunggal Ajie
dc.date.accessioned2024-04-04T06:23:43Z
dc.date.available2024-04-04T06:23:43Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/145459
dc.description.abstractIndonesia merupakan Negara agraris yang memilki komoditi pertanian yang sangat beragam. Salah satunya adalah komoditi holtikultura, yang saat ini sedang sangat diminati dan mulai digemari adalah jamur tiram. Jamur memiliki syarat tumbuh dengan suhu diantara diantara16-22°C dan kelembaban 80-90%, di Jawa Barat sentra jamur masih berada di daerah dataran tinggi seperti Lombang, Cisarua, Pangalengan, dan Cipanas, daerah ini merupakan daerah yang sangat ideal untuk budidaya jamur tiram, dengan suhu yang rendah serta kelembaban yang tinggi. Sedangkan daerah yang lain yang selain daerah yang sangat ideal, masih banyak lahan yang bisa dan berpotensi untuk menjadi tempat budidaya namun terbentur oleh faktor lingkungan, untuk dapat tumbuh dengan baik. Faktor yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram adalah suhu, adapun banyak cara yang bisa digunakan untuk menurunkan suhu, seperti menggunakan mesin pendingin, namun biaya yang dikeluarkan terlalu besar dan penggunaan energinya juga besar, pada penelitian ini peneliti ingin mecoba menggantikan peran mesin pendingin, dengan menggunakan karung goni sebagai pendingin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembasahan karung goni sebagai Media pendingin ruangan terhadap produktivitas jamur tiram. Penelitian ini dilakuan dalam dua sahap, pertama penelitian pendahuluan yaitu: penempatan karung goni, pengukuran suhu awal, perhitungan waktu, dan pembuata instalasi timer untuk penyiraman. Tahap kedua yaitu penelitian tama yaitu terditi dari: penanaman, perawatan dan penyiraman jamur tiram, serta pengamatan Produksi dan lingkungan. Pada peneltian ini untuk memompa air menggunakan pompa shimizu, dengan kapasitas 34 liter/min. Pengairan untuk mengaliri karung goni di set setiap 15 menit sekali yang berlangsung terus menerus selama 24 jam. Penyiraman pada baglog jamur tiram dilakukan kali dalam sehari yatu pada pagi hari dan sore hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rak yang diberikan perlakuan dengan pendingin karung goni mempengaruhi suhu disekitar rak, sehingga suhu di sekitar rak perlakuan memiliki perbedaan yang cukup besar dengan rak yang tidak diberikan perlakuan yaitu di angka 4°C. Namun dari kelembaban, pada rak perlakuan dan tanpa perlakuan tidak jauh berbeda yaitu pada rak perlakuan rata-rata kelembaban pada pagi hari 90%, dan pada rak tanpa perlakuan berada di angka 90.31% Dari hasil total bobot panen 75 baglog pada rak perlakuan didapatkan total bobot sebesar 23.5 kg, sedangkan hasil panen pada rak tanpa perlakuan didapatkan total bobot hasil panen sebesar 16.7 kg. Dapat dilihat hasil panen jamur tiram dari total bobot dapat diambil kesimpulan bahwa dengan pembasahan karung goni sebagai media pendingin ruangan ternyata dapat mempengaruhi produktivitas jamur tiram.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgricultural Technologyid
dc.subject.ddcMechanical and biosystem Engineeringid
dc.subject.ddcBogorid
dc.subject.ddcJawa Baratid
dc.titlePengendalian suhu pada kumbung Jamur Tiram dengan karung goni sebagai media pendinginid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordGunny sacksid
dc.subject.keywordTemperatureid
dc.subject.keywordOyster mushroomid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record