Show simple item record

dc.contributor.advisorKalsim, Dedi Kusnadi
dc.contributor.authorHalik, Abdul
dc.date.accessioned2024-04-01T00:57:21Z
dc.date.available2024-04-01T00:57:21Z
dc.date.issued1987
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/144265
dc.description.abstractTanaman tebu sebagai penghasil gula adalah tanaman pertanian yang banyak ditanam pada lahan kering, terutama di luar pulau Jawa. Salah satu masalah yang dihadapi dalam pertanian tadah hujan adalah ketersediaan air yang terbatas, sebab hujan tidak turun tiap hari, sedangkan keperluan air bagi tanaman adalah secara terus menerus. Kesinambungan ketersediaan tebu yang akan diolah pada pabrik gula perlu disiapkan untuk mencegah terjadinya kekurangan tebu yang bisa menyebabkan pabrik bekerja tidak sesuai dengan kapasitasnya. Untuk hal itu maka perlu dilakukan penentuan pola tanam dan luas tanam yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menduga produksi tebu pada tiap jadwal tanam dengan cara simulasi dengan memperhatikan data iklim, kemudian dengan hasil tersebut pola tanam dan luas tanam untuk tiap musim tanam dapat ditentukan. Dalam pendugaan produksi tanaman tebu, diasumsikan bahwa yang menjadi faktor pembatas adalah ketersediaan air, sedangkan faktor lain dianggap mencukupi. Jumlah hari terjadinya defisit air bagi tanaman perlu diperhatikan terutama pada saat tanaman berumur antara 120 sampai 300 hari, dimana saat itu tanaman sangat sensitif terhadap kekurangan air. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa bulan tanam yang mempunyai hari defisit terkecil ada- lah bulan tanam Januari kemudian Desember, Nopember, Juli, Oktober, September, Juni sedangkan hari defisit terbesar akan dijumpai pada bulan tanam Maret, April dan Mei. Tanggapan hasil dugaan aktual terhadap jumlah hari defisit air memberikan nilai koefisien korelasi sebesar 0.91 dengan persamaan regresi Y 9655.33 - 0.006 X, sedangkan tanggapan hasil di lapangan terhadap jumlah hari defisit air memberikan nilai r = 0.30 dengan persamaan regresi = 6311.695.95 Χ. Setelah dilakukan pengukuran kedalaman perakaran di lapangan maka diperoleh bahwa kedalaman perakaran di lapang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan dugaan. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan perhitungan ulang…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPenetuan Pola Tanam Dengan Pendugaan Hasil Tanaman tebu Berdasarkan Ketersediaan Air Hujan di Pabrik Gula Camming Kabupaten Boneid
dc.titlePenetuan Pola Tanam Dengan Pendugaan Hasil Tanaman tebu Berdasarkan Ketersediaan Air Hujan di Pabrik Gula Camming Kabupaten Boneid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record